Hal tersebut disebabkan Laskar Sembada - julukan PSS Sleman harus mendapatkan pengurangan tiga poin dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga.
Diketahui bahwa PT LIB melalui pernyataan resminya menyebut bahwa pengurangan tiga poin ke tim Super Elja diputuskan berdasarkan hasil sidang yang dilaksanakan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait pengaturan skor.
Komdis PSSI melaksanakan sidang pelanggaran disiplin dengan kasus bernomor 001/SK/KD-PSSl/VIII/2024 setelah ditetapkannya putusan pengadilan.
Sehingga atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menghukum PSS Sleman dengan melakukan pengurangan tiga poin setelah penampilan perdananya di Liga 1 2024/2025 dan hukuman denda sebesar Rp 150 juta.
Hukuman tersebut disebut merujuk kepada Pasal 64 ayat 1, ayat 2, ayat 3 dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Menyikapi hal tersebut, Manajer PSS Sleman Leonard Tupamahu menyatakan tetap akan melihat dari sisi positifnya saja.
Sebab menurutnya dengan adanya kejadian ini, maka hal itu sangat bagus buat tim supaya lebih kompak dan fokus lagi dalam menghadapi kompetisi musim 2024/2025 ini.
"Ini momen yang bagus untuk kami bersama-sama agar semakin kompak, baik dari manajemen, pelatih, pemain, dan suporter agar bisa semakin bersatu untuk meraih hasil yang maksimal di kompetisi musim ini," ucapnya, Selasa (13/8).
Walaupun peristiwa pengurangan tiga poin ini menurut Leo sangat berdampak pada psikologis dan mental para pemain dan pelatih.
Namun secara pribadi, ia mengimbau kepada para pemain, pelatih, dan para suporter Laskar Sembada agar secara positif terus mendukung tim supaya bisa keluar dari situasi ini.
"Yang penting bagi kami sekarang bukan ego kami masing-masing. Karena bagi kami yang penting bagaimana PSS ini bisa mencapai targetnya," tegasnya.
Selain itu, Leo juga berharap agar semua elemen yang ada di tim Super Elang Jawa tetap bisa berfikiran positif mengenai persoalan ini.
Sebab baginya, saat ini lebih baik tim jangan melihat masalah ini dan alangkah lebih baiknya tim harus tetap fokus untuk mencapai targetnya.
"Kalau kami berpikir soal masalah terus kami tidak akan sampai pada target. Makanya kami fokus sama target kami saja,"
"Memang keadaan ini adalah keadaan yang harus kami telan saat ini. Karena itu adalah dosa lama yang sekarang kami tanggung konsekuensinya dan kami tidak bisa menghindari hal itu," tandasnya. (ayu)
Editor : Bahana.