Akhirnya target untuk kalah Tim A Radar Jogja terpenuhi di pertandingan keduanya, Rabu (7/8/2024).
Target kalah Tim A Radar Jogja dapat terealisasi usai tumbang melawan RSJ Grhasia lewat babak adu penalti.
Padahal, Tim A Radar Jogja unggul terlebih dahulu 1-0 atas RSJ Grhasia. Gol yang dicetak Guntur dari jarak jauh itu dapat menembus jala gawang lawan.
Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama terakhir.
Merasa tertinggal, punggawa RSJ Grhasia tancap gas di babak kedua.
Pertahanan Tim A Radar Jogja digempur habis-habisan dari sisi kiri maupun kanan.
Selain itu, memanfaatkan bola-bola mati juga berulang kali diupayakan untuk menjebol gawang Tim A Radar Jogja yang dijaga Agung Dwi Prakoso.
Pertahanan Tim A Radar Jogja terbilang cukup kuat dan kokoh menahan gempuran.
Hingga akhirnya petaka terjadi di dua menit terakhir pertandingan.
RSJ Grhasia dihadiahi penalti oleh wasit usai pemain Tim A Radar Jogja Deny hand ball di dalam kotak terlarang.
Tendangan penalti tersebut dapat ditahan Agung tetapi bolanya yang terlalu deras membuatnya terlepas dari pelukan kiper.
Skor 1-1 bertahan hingga usai dan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam adu tos-tosan, tiga penendang Tim A Radar Jogja gagal melesakan bola ke jalan gawang.
Disaat yang bersamaa RSJ Grhasia hanya dua pemainnya yang gagal mencetak gol.
"Alhamdulilah target kami tidak menang tercapai," ujar kapten Tim A Radar Jogja Ananto Priyatno, Rabu (7/8/2024).
Dia mengucapkan, selamat kepada RSJ Grhasia yang dapat melenggang ke babak selanjutnya.
Laga yang digelar di Lava Minisoccer, Berbah, Sleman itu memang Tim A Radar Jogja menjadikannya sebagai ajang silaturahmi.
Oleh karena itu, jangankan target juara, untuk menang saja tidak ditargetkan karena murni untuk menyemarakan Liga Minisoccer Satpol PP DIY.
"Meskipun tanpa target teman-teman tetap maksimal karena itu lah profesionalisme dalam bertanding," tegas Ananto.
Pria asal Banyumas tersebut mengungkapkan, kekalahan timnya karena kurang beruntung.
Menurutnya, kemenangan sebelumnya diraih karena dewi fortuna menghinggapi Tim A Radar Jogja.
Namun, itu tidak menjadi soalan baginya karena dalam pertandingan menang kalah itu biasa.
"Terima kasih Satpol PP DIY yang sudah mengundang kami sebagai kontestan semoga perhelatannya lancar sampai selesai," tegasnya.
Dikatakannya, agenda semacam ini harus disadari sebagai sebuah silaturahmi tidak melulu untuk menang.
Jika demikian nantinya tidak tercapai situasi dan kondisi yang guyub rukun antara instansi pemerintah dengan perusahaan swasta.
Sementara itu, Manajer Tim A Radar Jogja Joko Wibowo tidak terlalu memikirkan kekalahan yang diterima timnya.
Pasalnya, pencapaian menang satu kali itu sudah melenceng dari target.
"Sekarang malah baru sesuai target yakni kalah," ungkapnya. (rul).
Editor : Bahana.