RADAR JOGJA – Di saat mimpi tim nasional sepakbola putera ke Piala Dunia belum tercapai, sepakbola puteri diharapkan bisa mendahului. Meski butuh proses panjang. Sudah dimulai dengan MilkLife Soccer Challenge.
Sebanyak 41 tim yang terbagi dari 13 tim Kategori Usia (KU) 10 dan 28 tim KU 12 dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar (SD) yang berada di DIY mengikuti MilkLife Soccer Challenge –Yogyakarta Series 1 2024, yang berlangsung mulai 25 Juli hingga 28 Juli di Stadion Tridadi, Sleman.
Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengatakan, kegiatan ini adalah mengadakan yang tidak ada. Termasuk alasan melibatkan sekolah umum bukan sekolah sepakbola. Di antaranya karena belum ada SSB khusus sepakbola puteri. “Di Jepang atau Tiongkok, sepakbola puteri juga dimulai dari sekolah-sekolah umum,” ungkapnya.
Baca Juga: Bahaya Efek Samping Suntik Putih yang Mengintai di Balik Kulit Cerah
Baca Juga: Konsepnya Risk Management Partnership, Jasindo Perkuat Bisnis melalui Salesforce dan Jejaring Daerah
Di usia anak SD, visinya mengajak mereka fun bermain sepakbola. Hingga usia puber sekitar 14 tahun, jika memiliki bakat bisa diarahkan untuk ikut SSB. Karena belum ada SSB khusus sepakbola puteri bisa diikutkan SSB putera.
Timo yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007 itu menambahkan, untuk menjaga mata rantai ekosistem sepak bola putri hal terpenting yang harus ditanamkan pada siswi ialah kesenangan dalam mengolah ‘si kulit bundar’.
Selaras dengan itu, penguasaan teknik dasar menjadi bekal untuk menjalani latihan maupun bertanding kompetisi. Para talent scout akan memantau para pemain terbaik di tiap wilayah. Hingga kemudian dibina. “Mimpinya bisa ke Piala Dunia terlebih dahulu dibanding sepakbola putera,” tegasnya.
Baca Juga: Sudah Sah! Berikut 3 Hal Unik di Pernikahan Thoriq Halilintar dan Aaliyah Massaid
Turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tak hanya mempertandingkan kompetisi 7 vs 7, tapi juga berbagai uji ketangkasan bagi para siswi melalui Skill Challenge berupa dribbling, passing & control, 1on1, shoot on target hingga penalty shoot.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, MilkLife Soccer Challenge bertandang ke Kota Pelajar tak lepas lantaran Yogyakarta sebagai barometer sepak bola putri di Indonesia. Ia mengungkapkan, Putri Mataram merupakan salah satu klub bersejarah dan berpengaruh di Indonesia yang berdiri sejak 17 Juli 1971. Selain itu, SSB putri di DIY kini semakin menjamur dan memiliki banyak pemain potensial salah satunya ialah Bintang Putra Mlati.
MilkLife Soccer Challenge bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kecintaan berolahraga di kalangan siswi SD, dengan tujuan besar kelak lahir para pesepak bola putri yang akan mengharumkan nama bangsa di kejuaraan dunia. Untuk mempopulerkan sepak bola putri di kalangan siswi SD tersebut, MilkLife Soccer Challenge dijadwalkan akan bergulir sebanyak 17 kali dalam setahun di 8 kota yaitu Kudus, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo.
Editor : Heru Pratomo