RADAR JOGJA - Bukan lagi membeli kucing dalam karung. Rekrutan anyar pemain asing PSIM Jogja Pedrinho punya peran besar di tim lamanya Persikabo 1973.
Musim lalu Pedrinho mencatatkan 2.555 menit bermain bersama Persikabo 1973. Legiun asing asal negeri Samba tersebut menorehkan 4 gol dan 8 umpan dengan 31 kali penampilan di Liga 1 2023/2024.
Tak hanya berperan sebagai gelandang serang, Pedrinho juga beberapa kali tampil sebagai sayap dan penyerang.
Baca Juga: Operasional TPST Bawuran Terus Mundur, Proses Pembangunan Tak Kunjung Usai
Pemain dengan nama asli João Pedro Oliveira Santos ini didatangkan dari Persikabo 1973.
Sebelum bermain di Indonesia, Pedrinho telah bermain di beberapa negara. Dia bermain di Brasil, Malta, dan Georgia.
Dikutip dari website PSIM Jogja, Manajer PSIM Razzi Taruna menyatakan, “Alhamdulillah kami senang akhirnya bisa mengumumkan pemain asing pertama kami."
Razzi Taruna juga mengungkapkan bahwa perekrutan Pedrinho didasari atas evaluasi musim lalu.
Baca Juga: Seragam Sekolah dan Alat Tulis, Bakal Jadi Penyumbang Inflasi
Baca Juga: Fachruddin Aryanto Kembali ke Sleman, Ada Tekanan Suporter Bawa PSS ke Papan Atas
Baca Juga: Khawatir Pengeluaran Membengkak? Yuk Atur Limit Debit di BRImo
“Pedrinho kami datangkan karena dari evaluasi musim lalu, kami kekurangan kreativitas di sepertiga depan lapangan. PSIM Jogja kekurangan umpan-umpan cantik yang bisa dieksekusi penyerang kami,” ujar manajer berusia 24 tahun ini.
“Meskipun Persikabo degradasi musim lalu, tapi dia menonjol secara individu. Dia juga tipe pemain yang petarung,” sambungnya.
Musim lalu bisa dikatakan PSIM kapusan brosur. Empat pemain asing yang didatangkan tak memberikan kontribusi sesuai yang diharapkan.
Baca Juga: Hotel Yellow Star Sleman Kebakaran, Dua Orang Sempat Terjebak di Dalam Hotel
Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiantoro, berharap kedatangan Pedrinho bisa menambah kreativitas permainan tim PSIM Jogja.
“Saya rasa Pedrinho cocok untuk tim. Semoga dengan pengalaman dan kemampuanya bisa menambah kreativitas permainan tim,” harap Seto.
Editor : Heru Pratomo