RADAR JOGJA – Tiga belas pemain dari tim nasional Ukraina membuat sebuah video pada hari Jumat menjelang laga perdana mereka di Euro 2024.
Dalam video itu menampilkan gambar-gambar kehancuran dan kesulitan di masa perang di kota asal mereka, 27 bulan setelah invasi Rusia.
“Kota-kota asal kami ingin sekali menjadi tuan rumah Euro. Saat ini, mereka berjuang bukan untuk sebuah turnamen, tetapi untuk kebebasan mereka,” tulis pesan yang tertera dalam video berdurasi 90 detik itu.
Video tersebut menunjukkan rumah-rumah yang menjadi puing-puing, gedung-gedung yang terbakar atau menghitam akibat serangan udara dan para kru darurat yang dengan susah payah memilih jalan melalui tumpukan puing-puing.
Beberapa pemain yang bermain di Eropa seperti Mykola Shaparenko, Maksym Talovierov, Anatoliy Trubin dan Oleksandr Zinchenko menjelaskan dari mana mereka berasal dan kondisi dari kota kelahiran mereka.
Zinchenko memperkenalkan dirinya sebagai pemain Arsenal dari London dan mengidentifikasi kota asalnya sebagai Radomyshl, sebelah barat ibu kota Kyiv, dengan latar belakang ledakan dan gedung-gedung yang terbakar
Zinchenko termasuk dalam tim nasional Ukraina yang mencapai perempat final Euro tiga tahun lalu. Itu adalah musim panas Eropa terakhir sebelum Rusia menyerang.
Dia mengatakan Euro 2024 Jerman ini akan menjadi turnamen yang 100 persen berbeda dan spesial.
“Masih ada orang yang mati tanpa alasan dan kami harus tetap bersatu,” kata Oleksandr Zinchenko.
“Bagi mereka ini sangat sulit, bagi kami ini jelas merupakan motivasi ekstra. Kami semua tahu siapa yang berada di belakang kami. Kami harus menunjukkan penampilan terbaik kami,” tegasnya.
Beberapa kota di Ukraina, termasuk Donetsk, menjadi tuan rumah Euro 2012 bersama negara tetangganya, Polandia.
Tim berjuluk Zhovto Blakytni akan memulai kampanye Euro 2024 dengan menghadapi Rumania, negara tetangga di sebelah barat, pada hari Senin (17/6).
Namun, perang adalah topik yang ingin dibahas oleh tim Ukraina, dan berharap Euro 2024 yang disaksikan di seluruh dunia akan membantu menempatkan mereka di pusat perhatian. (uta)
Editor : Bahana.