JADI MASALAH : Kerusuhan yang terjadi di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, saat PSIM Jogja menjamu PSCS Cilacap, Sabtu (15/10). Para pemain PSIM Jogja sujud syukur usai timnya memenang pertandingan. (Foto: SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Setelah didapuk untuk menjadi pelatih kiper di PSIM Jogja. Didik Wisnu menyatakan komitmennya untuk Laskar Mataram. Bersama Erwan Hendarwanto dan Seto Nurdiyantoro, Ia berambisi membawa tim berlogo Tugu Pal Putih itu naik ke Liga 1.
Didik Wisnu bukanlah nama asing di telinga bagi para pencinta PSIM Jogja. Namanya sudah mengakar karena Ia juga pernah menjadi penjaga gawang Laskar Mataram saat masih menjadi pemain dulu.
Terakhir, Didik pun juga sudah pernah mengasuh para penjaga gawang PSIM Jogja di era kepelatihan Imran Nahumarury sebelum musim lalu pindah ke Persipa Pati.
"Saya akan berusaha semoga di tahun depan kami bisa mencapai target. Yakni lolos ke Liga 1. Semoga bisa memberi yang terbaik untuk Laskar Mataram," kata Didik, Kamis (6/6).
Kembalinya Didik ke tubuh PSIM Jogja juga menandai reuni dengan sang pelatih kepala Laskar Mataram Seto Nurdiyantoro. Sebab sebelumnya mereka pernah bekerja sama di klub kebanggan masyarakat Jogja ini. Baik sebagai pemain maupun pelatih.
"Saya beberapa kali pernah bareng dengan Coach Seto. Beliau baik, bagus dalam taktikal, dan meramu tim. Semoga saya bisa terus belajar dengan Coach Seto," ucapnya.
Selain itu, secara pribadi Didik mengaku sangat bahagia dan antusias karena kembali dipercaya untuk melatih tim PSIM Jogja. Mengingat Laskar Mataram ini adalah tim pertamanya saat menjadi pelatih.
Ya, kembalinya Didik Wisnu ke PSIM Jogja diharapkan dapat menambah optimisme dalam menyongsong persiapan tim untuk menghadapi Liga 2 musim 2024/2025 nanti.
Para pecinta Laskar Mataram pun tentunya juga ingin sinergi antara Didik Wisnu, Erwan Hendarwanto, dan Seto Nurdiyantoro dapat membawa tim kebanggaan masyarakat Jogja ini menuju kesuksesan yang lebih besar.