RADAR JOGJA – Gelandang West Ham United, Lucas Paqueta didakwa empat tuduhan pengaturan skor dalam pertandingan Liga Inggris/ Premier League.
Sang pemain asal Brasil itu bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi mengetahui dakwaan FA mencakup rekomendasi agar dia dilarang seumur hidup jika terbukti bersalah.
Pemain bertahan Stratford Town, Kynan Isaac dijatuhi sanksi skorsing selama 10 tahun karena bertaruh dirinya akan mendapatkan kartu merah dalam pertandingan FA Cup pada 2021.
Sementara pemain bertahan Lincoln City, Bradley Wood mendapatkan hukuman enam tahun larangan bermain karena dengan sengaja mendapatkan kartu kuning dalam dua kesempatan dalam illegal betting di FA Cup tiga tahun sebelumnya.
Jaksa penuntun FA berpendapat bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan Paqueta itu lebih serius.
Paqueta dituduh sengaja dikartu merah di empat pertandingan Liga Inggris, melawan Leicester pada 2022, ditambah Aston Villa, Leeds United, dan Bournemouth, semuanya pada 2023 untuk menghasilkan uang bagi teman-temannya.
Dipahami sekitar enam puluh orang memasang taruhan pada Paqueta untuk dimainkan di salah satu atau semua pertandingan tersebut, dengan taruhan mulai dari hanya 7 hingga 400 poundsterling, yang mengarah ke kemenangan gabungan sebesar 100 ribu poundsterling.
Lebih menariknya lagi, perusahaan judi pertama yang mengetahui hal janggal atas pola taruhan yang mencurigakan itu adalah Betway, yang merupakan sponsor utama West Ham.
Beberapa taruhan kecil dipasang untuk Paqueta yang berasal dari lepas pantai Rio de Janeiro, Brasil.
Karena itu memicu sebuah penyelidikan yang berujung pada tuduhan pengaturan skor oleh FA.
Penyelidikan mereka telah menggagalkan kepindahannya sang pemain senilai 80 juta poundsterling ke Manchester City, namun pengacara Paqueta akan berargumen bahwa bukti-bukti yang memberatkannya hanya bersifat tidak langsung.
Baca Juga: Prestasi, Sebanyak 32 Judul Proposal Penelitian Unimma Raih Hibah DRTPM 2024
Penyelidikan FA dimulai pada musim panas lalu setelah mereka menerima peringatan integritas dari perusahaan-perusahaan perjudian karena jumlah taruhan yang tidak biasa yang dipasang pada dirinya yang ditelusuri ke pulau tempat ia dilahirkan.
Sebelumnya juga, Paqueta meminta untuk tidak bermain dalam pertandingan menentukan yang memicu investigasi pengaturan skor oleh FA.
pertandingan itu adalah saat West Ham menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium, yang saat itu dia berada di ambang kepindahan ke The Citizen.
Pengacara Paqueta diberi waktu lebih lama untuk secara resmi menanggapi dakwaan tersebut. Kasus ini diperkirakan tidak akan berlanjut ke persidangan selama beberapa bulan.
Editor : Bahana.