RADAR JOGJA - PSIM Jogja akhirnya mengumumkan asisten pelatih untuk Seto Nurdiyantoro. Bukan nama asing bagi Laskar Mataram. Juga sudah sering disebut.
Yaitu Erwan Hendarwanto sebagai asisten pelatih dan Didik Wisnu sebagai pelatih kiper. Menariknya, ketiganya bukan kali pertama bekerja sama di jajaran pelatih PSIM Jogja.
Ketiganya pernah bersama menjadi asisten mendiang Maman Durachman di PSIM Jogja pada 2014 lalu.
Pengumuman kembalinya Erwan dan Didik diumumkan di media sosial PSIM Jogja pada Sabtu (1/6) pukul 19.29.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna, dikutip dari website PSIM Jogja, mengaku merasa senang dan bangga, karena akhirnya bisa mengumumkan penunjukan kedua pelatih ini.
"Saya senang akhirnya PSIM Jogja bisa mengumumkan Coach Erwan sebagai Asisten Pelatih dari Coach Seto dan Coach Didik sebagai Pelatih Kiper," ujarnya (1/6).
Menurut Razzi, keputusan untuk memboyong kembali Erwan dan Didik ke tim pelatih PSIM Jogja diambil berdasarkan penilaian dan pengalaman mereka yang sudah terbukti.
Razzi menyatakan jika kedua pelatih ini sangat cocok untuk kembali memperkuat jajaran pelatih PSIM Jogja. Sebab mengingat riwayat kedua pelatih itu pernah bekerja sama dengan Coach Seto sebelumnya.
Selain itu, kedua pelatih tersebut juga merupakan pilihan langsung dari Coach Seto. Artinya Coach Seto sangat nyaman dan sudah tau satu sama lain.
Sehingga maka dari itu manajemen menunjuk mereka berdua untuk mendampingi Seto Nurdiyantoro.
Nama Erwan Hendarwanto dan Didik Wisnu memang cukup akrab di telinga para pecinta PSIM Jogja. Keduanya memliki sejarah panjang dengan klub berlogo Pal Putih ini.
Terakhir, Erwan dipercaya menakhodai Laskar Mataram menggantikan Imran Nahumarury. Sedangkan Didik membina penjaga gawang Laskar Mataram pada musim 2021 lalu.
Razzi mengaku di matanya Coach Erwan memang tokoh lokal, sudah tau budaya PSIM Jogja, budaya Jogja.
Dia juga secara taktikal dan game plan keseluruhan itu matang dan bisa dikatakan sangat baik.
Sehingga bagi Razzi Erwan bisa membantu Coach Seto untuk meramu musim depan agar bisa mencapai target tim.
Sementara untuk Didik Wisnu juga dikenal memiliki reputasi baik. Pengalamannya beberapa kali tangani skuad Laskar Mataram tidak bisa dianggap remeh.
"Untuk Coach Didik, saya tau pendekatan dengan pemainnya itu baik. Jadi pemain tuh nyaman, bisa latihan dengan nyaman. Kalau nyaman waktu latihan kan pasti hasilnya juga baik," beber Razzi. (ayu)
Editor : Heru Pratomo