RADAR JOGJA – Leicester City kini tengah menunggu sanksi atau hukuman mereka karena melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan (Profit and Sustainability Rules)
Leicester City terancam mendapatkan sanksi pengurangan poin dalam jumlah besar menjelang musim anyar Premier League/ Liga Inggris.
Namun, tak hanya The Foxes yang terancam mendapatkan pengurangan poin, Everton juga memiliki masalah yang sama.
Dampak dari itu, mereka dapat memulai musim yang akan datang dengan poin minus.
Dilansir dari The Telegraph hukuman pengurangan poin itu berkisar antara enam hingga 15 poin.
Everton sendiri mendapatkan sanksi terkait PSR (Profit and Sustainability Rules)
Portsmouth saat ini memegang rekor tersebut setelah mendapatkan pengurangan sembilan poin karena melakukan pelanggaran administrasi pada tahun 2010.
Baik Everton dan Nottingham Forest yang pada musim lalu juga mendapatkan sanksi pengurangan poin, masing-masing hanya menerima pengurangan delapan poin dan empat poin.
Sementara itu, Sheffield United yang terdegradasi bakal memulai musim awal mereka di Championship dengan minus dua poin.
Kesulitan Leicester bermula dari pelanggaran sebelum mereka terdegradasi pada tahun 2023 setelah sembilan musim di divisi utama.
Klub menghindari pengurangan poin musim lalu setelah meluncurkan kasus hukum yang menuduh Liga Premier dan EFL “bersekongkol secara tidak sah” atas tuduhan tersebut dan meminta perintah untuk tidak dijatuhi hukuman sebelum akhir musim.
Baca Juga: Tak Ingin Ulangi Kesalahan Seperti Musim Sebelumnya, PSS Sleman Akan Hadirkan Dirtek di Musim Depan
Everton dijatuhi hukuman delapan poin musim lalu atas pelanggaran mereka terhadap peraturan PSR, setelah kehilangan 371.8 juta poundsterling selama tiga tahun.
The Toffees memulai siklus baru dengan kerugian 89.1 juta poundsterling, yang berarti mereka hanya mampu menanggung kerugian sebesar 15.9 juta poundsterling lagi sebelum menembus batas 105 juta poundsterling lagi.
Kegagalan untuk melakukan hal tersebut akan menyebabkan tuduhan lain yang akan diberikan kepada Everton.
Hal itu akan menghasilkan pengurangan sembilan poin secara otomatis untuk musim 2024/25 dan memberikan pasukan Sean Dyches gunung kedua untuk didaki dalam beberapa musim. (uta)
Editor : Bahana.