Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sven Goran Eriksson Sambangi Mantan Klub Asuhannya, Lazio di Tengah Perjuangan Melawan Kanker

Satria Putra Sejati • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:32 WIB
BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)
BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)

RADAR JOGJA – Sven Goran Eriksson kembali ke mantan klub asuhannya, Lazio dengan penuh kebahagiaan dibawah pengawasang mascot Elang mereka.

Pelatih berusia 76 tahun itu meninggalkan Italia untuk menjadi pelatih Inggris pada tahun 2021, kini mengidap kanker stadium akhir.

Eriksson disambut meriah oleh para penggemar Lazio, dimana dia pernah mengantarkan Biancocelesti meraih gelar juara.

“Ini adalah kenangan seumur hidup,” ungkap Sven Goran Eriksson.

Pada bulan lalu, Sven Goran Eriksson hampir menangis saat dia mendapatkan penghormatan dari IFK Goteborg, saat dia kembali ke klub yang pernah dia latih.

Pria berusia 76 tahun ini melanjutkan tur sepakbolanya setelah mengungkapkan berita memilukan tentang kanker pankreas yang dideritanya pada bulan Januari.

Sven Goran Eriksson foto bersama maskot elang lazio
Sven Goran Eriksson foto bersama maskot elang lazio

Eriksson kembali ke Swedia untuk mengunjungi Goteborg, klub yang pernah dibawanya menjuarai Uefa Cup pada tahun 1982.

Sang pensiunan juru taktik diberi sambutan bak pahlawan di stadion Gamla Ullevi, lebih dari 40 tahun setelah ia membantu mengukir nama klub dalam sejarah Eropa.

Eriksson, yang memenangkan trofi bersama para pemain yang masih memiliki pekerjaan di samping tugas-tugas mereka sebagai pemain sepak bola, diarak ke lapangan sebelum hasil imbang 1-1 dengan Norrkoping pada hari Sabtu.

Para penonton menyanyikan nyanyian kepada mantan manajer mereka ketika ia dibawa ke lapangan sebelum sebuah tifo yang menyentuh dari Eriksson muda ditampilkan di salah satu tribun penonton.

“Kami tidak tahu kapan ini akan berakhir, tetapi kami tahu kapan ini dimulai,” tulis dalam spanduk yang dikibarkan para penggemar.

sementara bendera-bendera dikibarkan ke arah Eriksson.

Mantan manajer Inggris ini terlihat hampir menangis saat ia meresapi cinta yang ditunjukkan kepadanya oleh klub yang ia tangani dari tahun 1979 hingga 1982.

Eriksson juga mengunjungi mantan klubnya, Benfica, pada awal tahun ini, yang ia tangani segera setelah memenangkan Uefa Cup bersama Goteborg.

Sementara itu, ia juga diberi kesempatan untuk mewujudkan mimpinya melatih Liverpool saat ia memimpin tim legenda The Reds untuk pertandingan amal di Anfield pada bulan Maret. (uta)

Editor : Bahana.
#liverpool #sven goran eriksson #Biancocelesti #Eriksson #benfica #penggemar #kanker #inggris #lazio