RADAR JOGJA – Mauricio Pochettino resmi meninggalkan Chelsea setelah hanya satu musim bertugas sebagai pelatih kepala.
Keputusan kepergian Pochettino dari kubu The Blues merupakan keputusan yang telah disepakati oleh kedua pihak.
Hal itu terjadi setelah pembicaraan dalam 48 jam terakhir antara pelatih asal Argentina itu dengan co-owner Behdad Eghbali dan direktur co-sporting Paul Winstanley dan Laurence Stewart.
“Atas nama semua orang di Chelsea, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Mauricio atas jasanya musim ini. Dia akan diterima kembali ke Stamford Bridge kapan saja dan kami mendoakan yang terbaik untuk karier kepelatihannya di masa depan,” tulis pernyataan resmi Chelsea.
Bersama Chelsea, Mauricio Pochettino mencatatkan 27 kemenangan dengan 10 laga imbang dan 14 kekalahan dari 51 laga di lakoni dan finis di peringkat ke enam.
Selain itu, The Blues juga mampu melangkah ke final Carabao Cup dan semifinal Piala FA walaupun gagal meraih trofi.
“Terima kasih kepada grup kepemilikan Chelsea dan direktur olahraga atas kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah klub sepak bola ini. Klub sekarang berada di posisi yang tepat untuk terus melaju di Premier League dan Eropa di tahun-tahun mendatang,” jelas Mauricio Pochettino.
Setelah terdengar kabar perpisahan itu, pemiliki Manchester United, Sir Jim Ratcliffe siap untuk melakukan pembicaraan dengan mantan pelatih Tottenham Hotspurs itu.
Sebelumnya, Pochettino sempat menjadi incaran Setan Merah pada tahun 2022 dan bersaing dengan Erik Ten Hag yang akhirnya didapatkan oleh pelatih asal Belanda itu.
Walaupun begitu, Erik ten Hag saat ini memiliki keadaan yang sangat berbanding terbalik dengan apa yang didapatkannya musim lalu.
Kini, Manchester United finis di peringkat delapan untuk pertama kalinya dengan catatan gol minus satu.
Selain itu, pada musim depan Setan Merah terancam tidak dapat berkompetisi di Eropa jika gagal memenangkan FA Cup menghadapi Manchester City. (uta)
Editor : Bahana.