RADAR JOGJA - Musim yang menyedihkan bagi Manchester United berakhir dengan hasil terburuk mereka di Liga Inggris/ Premier league meskipun meraih kemenangan 2-0 di hari terakhir melawan Brighton pada hari Minggu.
Tim asuhan Erik ten Hag berada di posisi kedelapan klasemen.
Hasil terburuk United sebelumnya di era Premier League adalah posisi ketujuh di bawah asuhan David Moyes pada 2013-14.
14 kekalahan liga dalam satu musim merupakan yang tertinggi sejak mencatat 16 kekalahan pada musim 1989-90 di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Terlepas dari kemenangan di Brighton, yang diraih berkat gol-gol dari Diogo Dalot dan Rasmus Hojlund.
Manchester United juga finis dengan selisih gol negatif (minus 1) untuk pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir.
Ini merupakan puncak dari musim kedua yang buruk di bawah asuhan Ten Hag, yang membuat timnya berada di posisi terbawah grup Liga Champions pada bulan Desember.
United masih bisa menyelamatkan sesuatu saat mereka menghadapi rival mereka Manchester City di final Piala FA di Wembley pada hari Sabtu (25/5).
Setelah finis di urutan kedelapan di Liga Inggris, Setan Merah masih bisa memastikan tempat di Liga Europa musim depan dengan kemenangan di final FA Cup walaupun cukup berat.
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag akui hasil yang didapat skuad asuhannya tidak cukup baik.
"Posisi kedelapan adalah performa terburuk. Itu adalah kenyataan, tetapi kami seharusnya bisa tampil lebih baik,” kata Erik ten Hag.
Baca Juga: Usung Konsep Pameran Unik, Pameran Reflection Of A Vision Digelar Di Ruko Pinggir Jalan
Ten Hag berharap pertandingan final berakhir dengan baik untuk Manchester United dan mampu minimal bersaing di kompetisi Eropa.
"Semua orang siap. Kami akan mengeluarkan tim yang kompetitif dan kami akan berjuang untuk memenangkan Piala [FA],” tegasnya. (uta)
Editor : Bahana.