JOGJA – Misi belum selesai Seto Nurdiantoro bersama PSIM Jogja coba dituntaskan di Liga 2 musim 2024/2025. Ya pelatih yang akrab disapa Kak Seto itu akan kembali melatih Laskar Mataram musim depan.
Sebelumnya, Seto sempat memimpin PSIM Jogja di awal musim 2020/2021 sebelum berhenti karena pandemi Covid-19. Di musim berikutnya, Seto hampir membawa PSIM promosi, sebelum dikalahkan Dewa United di perebutan tempat ketiga.
Di musim berikutnya, Seto sempat kembali melatih PSS Sleman. Sebelum tahun lalu off, karena mencoba peruntungan di dunia politik. Menjadi calon anggota legislatif DPR RI melalui Partai Nasdem.
Seto sendiri mengaku dengan kembalinya untuk menukangi PSIM Jogja di musim depan dianggap sebagai momen untuk kembali ke rumah. Momen balas budinya ke Laskar Mataram.
"Seperti kembali ke rumah. Di PSIM Jogja-lah saya memulai karier sebagai pesepak bola profesional, di PSIM Jogja juga saya memulai karier sebagai pelatih. Jadi seperti ada utang budi juga di PSIM Jogja," jelasnya (4/5).
Hal itu saat ini menjadi motivasi tersendiri bagi Seto untuk menjalani musim 2024/2025 mendatang. Dia berharap pada musim depan, dengan dukungan manajemen suporter PSIM Jogja untuk bisa mencapai target ke Liga 1.
"Semoga keinginan saya pribadi untuk membawa PSIM Jogja ke level tertinggi di kompetisi tahun ini bisa tercapai," tegasnya.
Sebenarnya Seto sendiri sudah paham bahwa langkah besar untuk mencapai target PSIM Jogja ke Liga 1 itu tidak lah gampang. Sehingga ia mengajak seluruh elemen di balik Laskar Mataran turut bergotong-royong.
"Dukungan bukan hanya yang kasat mata, tapi juga doa dan spiritual, itu yang paling penting. Harapannya antara ikhtiar dan doa kita yang tak terlihat bisa berjalan beriringan dan tahun ini PSIM Jogja naik kasta," ungkapnya.
Manajer tim PSIM Jogja Dyaradzi Aufa Taruna mengaku sangat gembira dengan kedatangan kembali Seto sebagai Pelatih Kepala di PSIM Jogja.
"Saya sangat senang akhirnya Seto bisa resmi kami umumkan sebagai Pelatih Kepala PSIM Jogja musim depan. Selamat datang kembali ke rumah, Coach," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo