RADAR JOGJA, SLEMAN - PSS Sleman mendapatkan hukuman dari FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Lantaran adanya suatu permasalahan saat menghentikan kerjasama dengan mantan pelatihnya, yakni Marian Mihail.
Dalam kasus tersebut, kabarnya Mihail yang telah diputus kontrak dan seharusnya mendapatkan kompensasi, pada kenyataannya tidak menerimanya hingga kembali ke negaranya.
Dan setelah itu, melalui SILA Law Company. Marian Mihail lalu melaporkan hal tersebut kepada FIFA Players Status Chambers (FIFA PSC).
Sehingga dari hasil dari laporan tersebut PSS Sleman telah dinyatakan bersalah dan harus menyelesaikan masalah itu kepada Mihail.
Tim yang berjuluk Super Elang Jawa itu mendapatkan hukuman larangan untuk melakukan transfer pemain selama tiga periode bursa transfer.
Dampak dari larangan itu membuat Laskar Sembada tidak bisa merekrut pemain baru. Sehingga tim hanya boleh untuk memberikan kontrak kepada pemain saja.
Namun tak hanya itu saja, hasil dari hukuman itu juga membuat para pemain PSS Sleman tidak bisa didaftarkan ke asosiasi nasional yang bermuara kepada database FIFA.
Artinya para pemain tidak bisa dimainkan dalam kompetisi resmi.
Hukuman Laskar Sembada itu kabarnya berlaku dari tanggal (9/4) sampai tahun 2025 mendatang.
Baca Juga: Tampil Anggun Berhijab Saat Umroh Rebecca Klopper Dipuji Mirip Dewi Sandra..
Namun, FIFA tidak merinci pelanggaran apa yang dilakukan kedua tim sehingga harus menjalani registration ban.
Menanggapi persoalan itu, Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Gusti Randa pun angkat bicara.
Sehingga, dalam waktu dekat ini pihak dari manajemen Laskar Sembada akan menyelesaikan masalah itu.
"Oh kalau itu mah tinggal dibayar aja. Ini kan cuman masalah gak dibayar gaji," katanya (3/5).
Gusti Randa mengungkapkan sebenarnya dalam kasus tersebut Marian Mihail tidak diputus kontraknya.
Akan tetapi menurut pihak dari PSS Sleman, Pelatih asal Rumania itu yang ingin mengundurkan diri dari tim.
"Siapa yang ngomong duluan mau mundur, kan semua juga tahu. Yang ngomong dulu itu kan Mihail dulu kan ya. Kami juga ngikutin maunya dia. Terus nanti tinggal dibayar aja," jelasnya.
Tak hanya itu saja, menurut Gusti Randa hukuman yang diterima oleh pihak Laskar Sembada itu sejauh ini hanya mendapatkan surat dari FIFA saja.
Dan dalam surat tersebut berbunyi bahwa selama PSS Sleman belum menyelesaikan itu, maka ada suspend buat tim.
"Ya kami selesaikan, pasti kami selesaikan. Karena kami adalah salah satu klub yang tidak pernah menunggak pembayaran. Berbeda dengan klub-klub lain," tandasnya.
Editor : Bahana.