RADAR JOGJA - Nama mantan pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro dan Erwan Hendarwanto kembali mencuat. Keduanya ramai diperbincangkan lantaran didorong oleh para suporter untuk berduet menjadi juru taktik Laskar Mataram pada Liga 2 musim 2024/2025.
Setelah gagal mencapai misinya naik ke Liga 1 musim ini karena terhenti di babak 12 besar Kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024, tim yang memiliki logo Tugu Putih itu sedang mencari pelatih baru untuk mengarungi Liga 2 musim depan.
Sehingga nama Seto dan Erwan pun mulai dikait-kaitkan untuk menjadi nakhoda Laskar Mataram pada musim 2024/2025.
Namun demikian beberapa waktu lalu keduanya masih belum bisa dipastikan akan bisa berduet untuk PSIM di musim depan. Lantaran, kabarnya kedua pelatih itu belum ada perbincangan resmi dengan manajemen PSIM terkait hal itu.
Menanggapi hal itu, Manajer PSIM Jogja Dyaradzi Aufa Taruna mengaku tidak mau berkomentar banyak terkait hal tersebut. Sebab, baginya kedua pelatih itu memang sangat wajar kalau saat ini sedang disangkutpautkan dengan Laskar Mataram yang lagi mencari sosok pelatih.
"Karena kan mereka mungkin ya loka Jogja dan punya kompetensi, pengalaman, serta kemampuan yang baik juga. Jadi buat saya kalau ada yang mengharapkan atau mengkaitkan soal itu bagi saya itu wajar saja," jelasnya kepada Radar Jogja (26/4).
Walaupun demikian, pria yang akrab disapa Razzi itu mengungkapkan, pihak manajemen PSIM sebenarnya sudah mengantongi satu pelatih untuk mengarungi Liga 2 musim depan. Terkait pelatih baru itu, saat ini masih dalam proses administrasi.
"Tinggal tunggu dirilis saja nanti. Cuman intinya kami sudah ada gambaran pelatih. Tapi kami tidak akan berkomentar lebih lanjut. Intinya kami sudah ada gambaran satu nama untuk jadi pelatih PSIM di musim depan," tegasnya.
Sebagai manajer tim, Razzi berharap sosok pelatih yang akan menahkodai PSIM Jogja musim depan agar bisa bersinergi bersama-sama untuk kebesaran nama Laskar Mataram di pesepakbolaan Indonesia.
"Ya, harus bisa bersinergi dengan semua lini aspek, baik manajemen, pemain, maupun suporter. Karena pelatih itu punya tanggung jawab yang besar. Dan juga ada misi yang belum selesai yakni bisa membawa PSIM melaju ke Liga 1," harapnya.
Sementara Dirut PT PSIM Yuliana Tasno juga mengaku tidak mau berkomentar banyak terkait hal itu. Sebab, menurutnya, seluruh standar operasional prosedur (SOP) teknis di klub itu adalah ranah dari manager team.
"Ditunggu, soalnya kami juga masih finishing. Apabila sudah matang, pasti kami publish," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Satria Pradika