SLEMAN - PSS Sleman telah mendapatkan hukuman dari FIFA, selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Tim yang berjuluk Super Elang Jawa itu mendapatkan hukuman larangan untuk melakukan transfer pemain selama tiga periode bursa transfer.
Larangan itu membuat Laskar Sembada tidak bisa merekrut pemain baru. Tim hanya boleh untuk memberikan kontrak kepada pemain saja.
Hukuman itu juga membuat para pemain PSS Sleman tidak bisa didaftarkan ke asosiasi nasional yang bermuara kepada database FIFA.
Artinya, para pemain tidak bisa dimainkan dalam kompetisi resmi.
Hukuman Laskar Sembada itu kabarnya berlaku 9 April sampai 2025 mendatang.
Namun, FIFA tidak merinci pelanggaran apa yang dilakukan kedua tim sehingga harus menjalani registration ban.
Akan tetapi,bbeberapa waktu lalu Sports Lawyer Internasional yang berbasis di Rusia telah membocorkan permasalahan yang menimpa PSS Sleman itu.
Dalam laman resmi, SILA Law Company membeberkan penyebab PSS Sleman dihukum lantaran adanya suatu permasalahan ketikan menghentikan kerjasl sama dengan Marian Mihail.
Mihail telah diputus kontrak dan seharusnya mendapatkan kompensasi.
Akan tetapi, pada kenyataannya pelatih asal Rumania itu tidak menerimanya hingga kembali ke negaranya.
Setelah itu, melalui SILA Law Company, Marian Mihail melaporkan hal tersebut kepada FIFA Players Status Chambers (FIFA PSC).
Dari hasil laporan tersebut, PSS Sleman telah dinyatakan bersalah dan harus menyelesaikan masalah itu kepada Mihail.
Saat dihubungi Radar Jogja, Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS) Gusti Randa belum bisa memberikan komentar terhadap permasalahan tersebut.
Ia meminta agar para awak media menunggu keterangan resmi dari laman resmi PSS Sleman.
"Itu nanti orang media kami akan merilis apa sebenarnya yang terjadi. Tunggu saja ya," katanya kepada Radar Jogja, Selasa (23/4). (ayu)
Editor : Amin Surachmad