JOGJA - Dua mantan pelatih PSIM Jogja yakni Seto Nurdiyantoro dan Erwan Hendarwanto telah ramai diperbincangkan. Kedua nama itu didorong oleh para suporter untuk berduet menjadi juru taktik Laskar Mataram pada Liga 2 musim 2024/2025 mendatang.
Seto Nurdiyantoro beberapa waktu lalu menepi dari dunia sepak bola karena terjun ke dunia politik. Namun, targetnya dalam dunia politik belum tercapai.
Seto Nurdiyantoro mengaku saat ini telah mendapatkan restu dari keluarganya untuk kembali ke dunia sepak bola profesional.
PSIM Jogja pun saat ini sedang mencari pelatih baru untuk mengarungi Liga 2 musim depan.
Seto Nurdiyantoro mulai dikait-kaitkan untuk menjadi nakhoda Laskar Mataram pada musim 2024/2025 mendatang.
Sampai saat ini Seto Nurdiyantoro mengaku belum ada perbincangan dengan pihak manajemen PSIM Jogja.
"Sampai saat ini belum ada kepastian. Nanti lihat perkembangan selanjutnya," katanya Minggu (21/4).
Menurut Seto, dukungan beserta dorongan dari para suporter itu adalah doa agar PSIM Jogja bisa naik kasta di musim depan.
Akan tetapi, dia mendoakan siapa pun yang akan melatih klub yang memiliki logo Tugu Putih itu nanti mampu mewujudkan hal tersebut.
"Ini adalah salah satu doa. Tapi yang terpenting PSIM bisa naik kasta, entah siapa nanti yang melatih," tegasnya.
Saat ditanya terkait momentum untuk berduet dengan Erwan Hendarwanto untuk melatih PSIM Jogja musim depan, Seto menyatakan, Erwan adalah pelatih yang bagus dan memiliki pengalaman yang luar biasa.
"Coach Erwan ini pernah jadi asisten pelatih saat saya masih main. Beliau juga sudah instruktur dan saya juga banyak belajar darinya," ungkapnya.
Sementara itu, Erwan Hendarwanto menanggapi isu terkait dirinya dengan Seto Nurdiyantoro di PSIM Jogja di musim depan.
Menurutnya, setiap Laskar Mataram akan menyiapkan tim untuk berlaga di kompetisi, namanya dan Seto pasti selalu dirumorkan sebagai kandidat pelatih.
"Jadi, saya menanggapinya biasa dan sudah terbiasa dengan itu," ucapnya.
Erwan juga menyebut, Seto merupakan salah satu pelatih muda terbaik yang ada di Jogja saat ini. Baginya, Seto punya pengalaman dan lisensinya sudah bagus.
"Kalau rezeki jadi satu dan membantu beliau, saya siap semaksimal mungkin. Tapi, isu ini kan bisa kemana-mana dan bisa jadi kenyataan dan nggak juga," tandasnya.
Seto Nurdiyantoro dan Erwan Hendarwanto sempat bertemu pada momentum syawalan dan peringatan HUT Ke-94 PSSI yang dilaksanakan oleh Asprov PSSI DIY di Monumen PSSI Jogja, Jumat (19/4) lalu.
Bagi mereka berdua, PSIM Jogja harus bangkit dan naik kasta ke Liga 1. Sebab, bila naik kasta maka beberapa tingkatan ke bawahnya semakin hidup dan pembinaan terus berjalan. (ayu)
Editor : Amin Surachmad