RADAR JOGJA – Persik menelan kekalahan pahit atas Bhayangkara FC pada pekan ke-31 BRI Liga 1 2023/24 yang berlangsung di Stadion PTIK, Selasa (16/4) lalu.
Persik takluk dengan skor yang cukup tidak wajar, yakni 0-7.
Hal itu tentu saja membuat official Macan Putih risau. Pasalnya, kekalahan telak 0-7 menimbulkan tanda Tanya besar.
Apakah itu match fixing atau pengaturan skor?
Setelah itu, official Persik Kediri menyatakan secara resmi bahwa mereka kecewa atas performa tim.
Selanjutnya, official Persik membuat laporan dugaan pengaturan skor yang ditujukan kepada Satgas Anti Mafia Bola.
Pernyataan sikap yang dirilis oleh manajemen Persik Kediri tidak hanya sekadar ungkapan kekecewaan, namun juga merupakan bukti komitmen klub dalam menjaga fair play dan martabat sepak bola.
Langkah ini menunjukkan keberanian dan komitmen Persik Kediri dalam memberantas praktik-praktik yang merusak citra olahraga sepak bola di Indonesia.
Sebagai tambahan, Persik Kediri juga menegaskan bahwa mereka adalah klub yang memiliki sisi kekeluargaan yang tinggi, termasuk dengan suporter dan secara terbuka untuk menerima masukan dari komunitas Persik mania.
Hal ini menunjukkan bahwa Persik Kediri bukan hanya sekadar sebuah klub sepak bola, namun juga merupakan bagian integral dari komunitas yang membanggakan.
Meskipun mengalami kekecewaan yang mendalam, manajemen Persik Kediri berjanji untuk berupaya lebih keras lagi guna memastikan produktivitas pemain di tiga sisa laga Liga 1 2023/2024
Dalam hal ini, Persik Kediri telah memberikan contoh yang baik bagi klub-klub lainnya untuk tidak hanya mengeluhkan hasil yang tidak memuaskan.
Namun juga untuk bertindak secara konkret dalam menjaga kejujuran dan keadilan dalam sepak bola Indonesia.
Editor : Amin Surachmad