RADAR JOGJA - Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso memuji kemenangan mereka di Bundesliga sebagai sesuatu yang luar biasa setelah mereka memastikan gelar pertama mereka dalam 120 tahun sejarah klub pada hari Minggu (14/4) malam.
Bayer Leverkusen memiliki keunggulan 13 poin sebelum pertandingan melawan Werder Bremen, mengetahui bahwa sebuah kemenangan akan memastikan gelar juara Bundesliga dengan lima pertandingan tersisa.
Die Werkself berhasil mengalahkan Werder Bremen dengan mudah saat mereka menang 5-0 berkat sebuah gol penalti dari Victor Boniface, sebuah gol luar biasa dari Granit Xhaka dan hattrick dari Florian Wirtz.
Kemenangan ini menandai berakhirnya rentetan 11 gelar juara beruntun Bayern Munich, dan sebuah terobosan bagi Leverkusen setelah mereka nyaris meraihnya di tahun 2000 dan 2002.`
"Ini adalah momen yang sangat spesial bagi klub. Setelah 120 tahun, menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya adalah sesuatu yang luar biasa. Para pemain tampil dengan sangat baik, mereka adalah tim yang kompak. Saya sangat bangga dengan mereka semua. Bagi saya, sebuah kehormatan untuk bekerja di sini," kata Xabi Alonso.
"Akhirnya, kita dapat mengatakan Bayer Leverkusen adalah juara Jerman. Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami semua.Ini adalah momen yang patut dinikmati dan sebuah kesuksesan besar bagi klub ini. Gelar juara pertama selalu terasa spesial bagi semua orang. Jadi, menjadi bagian dari sejarah ini terasa luar biasa," imbuhnya.
Saat Bayer Leverkusen semakin dengan sejarah, para penggemar turun menyerbu lapangan hingga dua kali dalam 10 menit terakhir pertandingan.
pertama dilakukan saat Florian Wirtz mencetak gol kedua dan gol ke empat bagi Die Werkself.
Ditambah Ketika Florian Wirtz mencetak hattrick-nya di menit ke-89, invasi semakin besar. Wasit menunggu sampai menit ke 90 dan dengan para pendukung masih berada di lapangan, meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.
"Para penggemar sangat luar biasa," jelas Xabi Alonso.
"Mereka berbaris di sepanjang jalan menuju stadion. Kami dapat melihat bahwa mereka menginginkan hal ini dan kami membicarakannya di ruang ganti, bahwa kami ingin mentransformasikan energi mereka ke atas lapangan. Dan sekali lagi para pemain mewujudkannya dan bagi saya itu adalah hal yang Istimewa," tegasnya. (uta)
Editor : Amin Surachmad