RADAR JOGJA – Pelatih Wolves, Gary O’Neil merasa kesal setelah gol penyeimbang di masa injury time melawan West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris/ Premier League pada Sabtu (6/4) di anulir oleh VAR.
Gary O’Neil menggambarkan Keputusan VAR adalah Keputusan terburuk yang pernah dia saksikan.
Wolves mengira mereka telah menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat Maximilian Kilman menanduk bola dari sepak pojok, namun wasit Tony Harrington memeriksa VAR untuk memutuskan offside terhadap Tawanda Chirewa yang berada di depan kiper West Ham, Lukasz Fabianski.
Ketika Chirewa berada dalam posisi offside, tandukan Kilman mengarah ke pojok yang berlawanan, dan Wolves mengklaim bahwa Fabianski tidak akan memiliki kesempatan untuk ciptakan penyelamatan.
Kekalahan dengan skor 2-1 membuat Wolves tertahan di peringkat 11 dengan West Ham berada di peringkat ke tujuh.
“Itu adalah Keputusan yang memalukan, mengerikan dan menghebohkan,” kata Gary O'Neil.
“Saya tidak memahaminya. Saya tidak bisa memikirkan sebuah penjelasan. Itu adalah salah satu Keputusan terburuk yang pernah saya saksikan,” imbuhnya.
“Itu adalah keputusanyang buruk dan saya akan memberi tahu mengapa itu adalah Keputusan yang buruk. Satu-satunya cara dia dapat menganggu kiper adalah jika dia (Chirewa) mempengaruhi cara kiper bergerak, yang mana dia tidak melakukannya dan jika mempengaruhi visinya, dia juga tidak melakukannya,” jelasnya.
Bagi Wolves yang tampil dihadapan pendukungnya di Molineux Stadium kekalahan itu merupakan pukulan telak setelah West Ham mampu bangkit di babak kedua setelah sebelumnya mampu unggul lebih dulu melalui penalti Pablo Sarabia.
Penalti dari Lucas Paqueta menyamakan kedudukan untuk West Ham sebelum James Ward-Prowse mencetak gol langsung dari tendangan sudut dengan tembakan melengkung yang indah dan memastikan mereka unggul.
Wolves kemudian gagal menyamakan kedudukan dengan cara yang bisa dibilang cukup kejam setelah pertandingan yang sangat menarik.
“Jika anda melihat dari tayangan samping, Fabianski dapat dengan jelas melihat bola melewati kepala Chirewa,” tegas Gary O'Neil.
“Dia (Harrington) adalah seorang wasit professional yang sangat berkualitas di depan layar. Seuruh dunia berpikir bahwa itu adalah Keputusan yang buruk, namun wasit bagi seorang wasit yang berkualitas berdiri di depan layar VAR dengan tayangan ulang gerak lambat malah membuat Keputusan yang salah,” pungkasnya. (uta)
Editor : Amin Surachmad