RADAR JOGJA – Klub Liga Inggris, Everton melaporkan kerugian sebesar 89,1 juta poundsterling (112,5 juta dollar) pada musim 2022/23 dalam laporan keuangan terbaru mereka pada Minggu (31/3).
Dengan kerugian itu, maka dipastikan naik dari pada musim sebelumnya yang berkisar 44,7 juta poundsterling (56,4 juta dollar).
Everton yang telah mendapatkan sanksi pengurangan poin di awal musim karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP), kini tengah dibayangi lebih banyak sanksi lanjutan untuk pelanggaran yang lainnya.
Dalam sebuah pernyataan, Everton menunjuk pada penangguhan tak terbatas dari kemitraan pemilik utama sebagai faktor kerugian itu.
Kemunduran Everton dimulai pada tahun 2022 saat The Toffess menghentikan kerja sama dengan sponsor utama mereka dengan perusahaan milik Alisher Usmanov yang merupakan taipan loga Rusia yang telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa setelah invasi ke Ukraina.
Kerugian terbaru terjadi meskipun Everton menunjukkan bahwa mereka mendpatkan keuntunan sebesar 47,5 juta poundsterling (60 juta dollar) dari transfer pemain.
Selain itu, pendapatan bersih terus meningkat menjadi 330 juta poundsterling (417 juta dollar) karena inventasi yang signifikan di stadion baru yang membuat omset mereka menjadi 172,2 juta poundsterling (217 juta dollar)
Peraturan Liga Inggris menekankan dalam tiga tahun sebuah klub tidak boleh mencapai kerugian sebesar 105 juta poundsterling (130 juta dollar) atau akan mendapatkan sanksi. (uta)
Editor : Amin Surachmad