Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perjalanan Melelahkan Semen Padang di Liga Indonesia, Pemain: Jauhnya sampai Ngalahin Perjalanan ke Mekkah

Affandi Hengky Setyawan • Selasa, 26 Maret 2024 | 03:05 WIB
Partai Final Liga 2 : Psbs Biak Vs Semen Padang Sempat di Tunda Sementara Akibat Hujan Lebat
Partai Final Liga 2 : Psbs Biak Vs Semen Padang Sempat di Tunda Sementara Akibat Hujan Lebat

RADAR JOGJA - Jika orang berbicara tentang perjalanan jauh dalam sepak bola, mereka mungkin langsung tertuju pada klub-klub besar yang bermain di Liga Top Eropa, yang melakukan perjalanan mereka dengan kenyamanan dan fasilitas yang mewah.

Namun, ada kisah yang lebih menarik, bahkan lebih sulit, dan lebih mahal di liga lain. Itulah yang dialami oleh klub bernama Semen Padang, yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

Dilansir dari laman Jawa Pos, Semen Padang menjalani perjalanan away yang panjang ke kandang Perseru Serui pada 16 Juli 2017.

 

Perjalanan ini juga menjadi laga termahal dan terjauh yang di alami oleh tim Karbauh Sirah julukan dari Semen Padang.

Untuk mencapai kandang dari PSBS Biak, Semen Padang harus menempuh waktu hampir sekitar dua puluh jam, yang mencakup dalam tiga kali transit dan juga.

Semen Padang juga melakukan perjalanan seperti klub-klub besar di Liga Top Eropa selama satu musim penuh.

Hal ini tidak ada kaitannya dengan prestasi di lapangan, namun berkaitan dengan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan lawatan tersebut.

Untuk setiap lawatan ke kandang lawan, tim-tim dari Liga Top Eropa hanya membutuhkan waktu rata-rata satu jam perjalanan, selama satu musim melawan 19 tim lainnya, tetapi Semen Padang harus menghabiskan 19 jam dan 5 menit, serta biaya sekitar Rp 250 juta untuk pergi ke Papua, yang terletak di ujung timur Indonesia.

Dimulai dari Padang pada 14 Juli, dan tiba di Papua sehari kemudian. dimana jarak yang di butuhkan menempuh sekitar 5.497 kilometer.

Dalam perjalanan ini membutuhkan tiga kali transit: Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Bandara Internasional Frans Kaisiepo di Biaik.

“Bayangkan saja, setelah lawan Perseru kami harus pulang ke Padang untuk menjamu Arema FC 4 hari berikutnya pada 21 Juli 2017. Bagaimana lelahnya pemain kami," kata Win Bernadino, Manajer Semen Padang pada saat itu dikutip dari Jawa Pos.

"Kalau kami berangkat bareng orang ke Makkah, lebih sampai mereka duluan di sana daripada kami ke Serui," ucap Jandia Eka Putra, bekas kiper Semen Padang saat itu.

Pasalnya bagi para pemain, perjalanan ke Bandara Frans Kaiseipo di Biak menjadi salah satu momen yang paling menakutkan. Perjalanan darat setelah tiba di Bandara Serui juga sangat sulit dan penuh rintangan.

"Ini gila, kami terbang jauh masih harus mempertaruhkan nyawa seperti ini," tutur Didier Zokora, gelandang Semen Padang kala itu.

Di balik kisah tersebut Semen Padang menunjukkan sikap, komitmen dan dedikasi mereka untuk mengikuti kompetisi sepak bola nasional. Semangat juang mereka tidak pudar meskipun menghadapi tantangan besar di setiap perjalanan.

Editor : Heru Pratomo
#perseru #papua #semen padang