RADAR JOGJA – Pertandingan antara Union Saint Gilloise menghadapi Fenerbahce harus dihentikan saat laga baru berjalan beberapa detik karena hujan kembang api dan flare dari Ultras tim tamu.
Union Saint Gilloise menghadapi Fenerbahce pada babak 16 besar UEFA Conference League yang berlangsung di Stade Joseph Marien, Belgia.
Namun, ketika wasit menuip tanda mulainya pertandingan Union Saint Gilloise kontra Fenerbahce dimulai, petugas pemadam kebakaran harus turun tangan ke lapangan.
Kepulan asap memenuhi stadion berkapasitas 9.400 orang, dimana wasit dan para pemain kedua tim berada di dalam stadion menunggu pertandingan dimulai kembali.
Namun, mereka harus menunggu hingga anggota pemadam kebakaran memasuki lapangan untuk memadamkan flare dan kembang api yang dilemparkan ultras Fenerbahce.
Dalam video dari X akun @askologmusun seorang petugas kebakaran berusaha memadamkan flare berwarna oranye dan petugas lainnya memegang dua flare yang menyala saat dia berlari keluar lapangan.
Asap putih dan kuning yang merupakan warna kebanggaan tim tamu asal Turki, Fenerbahce terus memenuhi udara di dalam stadion.
Meskipun petugas pemadang berlomba untuk memadamkan flare-flare tersebut, lebih banyak lagi yang dilemparkan dari tribun ke lapangan.
Setelah penundaan, permainan akhirnya dilanjutkan. Mantan penyerang Chelsea, Michy Batshuayi membawa Fenerbahce unggul setelah 20 menit pertandingan berjalan.
Kemudian, di sisa waktu enam menit di waktu normal, Fenerbahce menggandakan keunggulan mereka melalui Jayden Oosterwolde.
Lalu, mantan penyerang Southampton, Dusan Tadic mencetak gol ketiga bagi Fenerbahce di masa injury time dan memastikan kemenangan tim tamu asal Turki menjadi 3-0.
Selanjutnya, Fenerbahce bakal menjamu Union Saint Gilloise pada leg kedua di Sukru Saracoglu Stadium, Turki. (uta)
Editor : Amin Surachmad