RADAR JOGJA – Mellenia Dinda Saputri dan Eka Nurul Permatasari adalah dua nama perempuan yang mengikuti kursus dan seleksi wasit lisensi C1 yang diadakan PSSI.
Kursus dan seleksi wasit sendiri berlangsung pada tanggal 2 sampai 8 di Bogor.
Kedua srikandi itu sama-sama berasal dari Jawa Timur dan mereka lolos dengan menyisihkan 11 orang wasit lain yang gugur pada tes kebugaran di hari pertama dari total 35 peserta yang mengikuti seleksi.
Baik Mellenia dan Eka sama-sama mengucapkan syukur kepada Yang Maha Kuasa karena telah lolos seleksi.
“Alhamdulillah kami bisa lolos seleksi. Kami bisa melahap lari 4.000 meter dan lebih 200 meter,” kata keduanya.
Mengenai latar belakang memilih profesi wasit, keduanya kompak menjawab karena menyukai sepak bola dan juga mendapatkan dorongan motivasi dari orang tua.
“komite wasit yang menjadi dorongan kuat kami untuk berkarier di dunia perwasitan Indonesia,” jelas keduanya.
Mellenia mengungkapkan hal yang berkesan dalam hidupnya saat menjalani peran sebagai wasit adalah saat dirinya memimpin pertandingan di Kalimatan Tengah.
“Kalau saya waktu memimpin pertandingan di Kalimantan Tengah di Kajati Kalteng Cup skala nasional,” jelas Mellenia Dinda.
Sementara itu, bagi Eka saat putaran Provinsi di Piala Soeratin dan pertiwi regional jatim.
Keduanya memiliki harapan besar pada kursus dan seleksi wasit C1 ini. Selain gratis keduanya juga mengatakan sebagai ajang balas dendam karena gagal di EPA (Elite Pro Academy).
Baca Juga: Hasil Persis v PSM: Laskar Sambernyawa Menang dengan 10 Pemain
Adapun dalam kegiatan ini tak hanya praktik yang diberikan oleh instruktur FIFA Subkhiddin Mohd Salleh, banyak materi juga diberikan.
Antara lain pendalaman mengenai law of the game, bagaimana menjadi wasit yang modern, mengenai penalti area, handsball, offside, tactical fouls, positioning and reading the game, dll. (uta)
Editor : Amin Surachmad