Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan PSIM Jogja, Ini Nama Klub-Klub Legendaris Sepak Bola Plastik di Kota Jogja 

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 25 Februari 2024 | 16:53 WIB
Klub Sepak Bola Plastik Kampung Pakualaman Jogja Dok Reno Muda FC
Klub Sepak Bola Plastik Kampung Pakualaman Jogja Dok Reno Muda FC

RADAR JOGJA - Pada era 1980-1990an banyak klub sepak bola legendaris di Kota Jogja. Bukan PSIM Jogja. Tapi ini adalah klub sepak bola plastik. Tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Jogja. Bahkan ada kompetisi rutinnya. Beberapa pemainnya pun akhirnya memperkuat PSIM Jogja maupun PSS Sleman.

 

Beberapa nama klub sepak bola plastik merupakan akronim dari wilayah setempat. Seperti Jalesa FC (Jagalan Ledoksari), Persipur FC (Persatuan Sepakbola Purwokinanthi, Belger FC dari Kampung Belakang Geraja Klitren, dan Reno Muda FC dari Kampung Pakualaman.

"Karena masih anak-anak, Hasto mengaku para pemain datang ke turnamen kebanyakan dengan jalan kaki bersama pengurus kampung," kata salah seorang mantan pemain sepak bola plastik Widihasto Wasana Putra kepada Radar Jogja.

 

Pegiat keistimewaan DIY itu pun menambahkan, sesampai di lapangan harus mengurus persyaratan dulu."Peraturannya dulu selain umur juga tinggi dibatasi. Uniknya dulu itu cara ukurnya cuma pakek tongkat. Kalau ada yang lebih dari tingkat gak boleh ikut," kelakarnya.

Pada waktu itu, peserta yang mengikuti turnamen juga terbilang cukup banyak. Peserta berasal dari seluruh tim di Kota Jogja. "Sekitar 15-25 klub dengan sistem gugur. Pertandingan dilakukan beberapa hari, setiap hari dua kali permainan. Satu kali permainan, kalau tidak salah sekitar 15-20 menit," tambahnya.

 

 

Pada waktu itu, para pemain tidak menggunakan sepatu dan memakai bola plastik. Tetapi setiap tim mengenakan kostum kebanggaan mereka. "Paling sering diselenggarakan turnamen ya di Sewandanan, Pakualaman," tandasnya.

Turnamen sepak bola plastik banyak diselenggarakan di berbagai wilayah Kota Jogja. Dari wilayah timur hingga barat, dulu bahkan dalam setahun diselenggarakan turnamen sepak bola plastik hingga 4-5 kali. "Kalau daerah timur saya pernah main di Lapangan Sidikan di samping XT Square itu. Kemudian yang paling sering itu di Sewandanan sisi timur," jelasnya.

 

Hasto melihat fenomena sepak bola plastik di Kota Jogja saat ini sudah hilang. Hal itu dinilai karena minimnya ruang publik saat ini. "Dulu kan masih banyak lahan atau ruang publik. Di setiap kampung dulu pasti ada lapangan kecil. Sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan dulu setiap sore pasti kita main bola sampai Magrib," jelasnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#Sepak bola plastik #Widihasto Wasana Putra #Pakualaman #PSIM Jogja