Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIS Bakal Berkandang di Stadion Moch Soebroto, Polres Magelang Kota belum Dapat Disposisi dari Polda Jateng

Naila Nihayah • Rabu, 21 Februari 2024 | 02:14 WIB

 

 

 

 

Stadion Moch Subroto Magelang akan menjadi kandang PSIS Semarang selama Stadion Jatidiri direnovasi.
Stadion Moch Subroto Magelang akan menjadi kandang PSIS Semarang selama Stadion Jatidiri direnovasi.

MAGELANG – Stadion Jatidiri Semarang direnovasi. Sehingga PSIS Semarang dipastikan berkandang di stadion lain pada sisa laga Liga 1/2023. Manajemen memiliki dua opsi stadion yang digunakan untuk laga kandang menjamu Dewa United pada Jumat (23/2) mendatang. Di Stadion Moch Soebroto Magelang dan Stadion Manahan Solo.

 Baca Juga: PSS Sleman Wajib Menang Demi Keluar dari Zona Bawah Klasemen

Seperti diketahui, Mahesa Jenar pernah menggunakan Stadion Moch Soebroto Magelang sebagai homebase pada musim 2018 hingga 2020. Hal itu menjadi satu pertimbangan khusus bagi manajemen untuk menjatuhkan pilihannya. Hanya saja, polisi masih mempertimbangkan terkait izin laga dan penggunaan stadion tersebut.

 

Kasi Humas Polres Magelang Iptu Untung Harjanto mengutarakan, izin penggunaan Stadion Moch Soebroto menjadi homebase dan pertandingan di sisa laga Liga 1/2023 perlu dipertimbangkan lagi. Apalagi hingga Selasa (20/2) ini, Polres Magelang Kota belum mendapatkan disposisi dari Polda Jateng terkait izin laga.“Izin (laga) dari Polda Jateng belum turun. Terkait putus dilaksanakan di sini (Stadion Moch Soebroto), itu dari polda. Tapi, kami akan memberikan bahan rekomendasi sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (20/2).

 Baca Juga: PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Alfeandra Dewangga dan Gali Freitas

Untung menyebut, Mabes Polri dan PSSI telah melakukan uji kelayakan Stadion Moch Soebroto pada 2022 lalu. Kemudian, muncullah beberapa pertimbangan terkait penggunaan stadion tersebut. Antara lain akses menuju stadion yang dinilai terlalu sempit dan harus melewati kawasan padat penduduk. 

 

Selain itu, terkait dengan sarana parkir di stadion yang kurang memadai. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, setiap pertandingan selalu dihadiri banyak suporter, baik dari dalam maupun luar daerah. Mereka rata-rata menggunakan bahu jalan untuk parkir. 

 

Tidak hanya itu, keberadaan jalur evakuasi apabila terjadi chaos ataupun kerusuhan menjadi pertimbangan utama. Hanya saja, akses jalan yang sempit dan dipenuhi kendaraan seperti bus atau truk membuat jalur evakuasi lumpuh. “Tentu agak kesulitan ketika tidak punya akses evakuasi,” sebutnya.

 Baca Juga: Brace Riyan Ardiansyah Dan Alfeandra Dewangga Pastikan PSIS Taklukkan Arema FC

Padahal seharusnya jalur evakuasi harus steril dari segala macam aktivitas dan kendaraan. Sehingga memudahkan untuk evakuasi apabila terjadi kerusuhan. “Tapi, stadion hanya memiliki jalan yang terbatas. Pertimbangannya seperti itu. Kami baru mengajukan verifikasi terhadap uji kelayakan itu,” imbuhnya. 

 

Sebab menurutnya, aspek keamanan sangat penting. Mengingat setiap pertandingan bakal dihadiri ratusan suporter. Selain itu, aspek fasilitas juga harus dipertimbangkan. Hanya saja, Polres Magelang Kota masih menunggu surat izin resmi dari Polda Jateng terkait laga tersebut.

 

Selain itu, dia juga masih menunggu pembahasan dari panitia pelaksana (panpel) yang bakal menghadirkan lintas sektoral. “Dalam waktu dekat, pasti akan dilakukan rapat koordinasi. Meski ada izin dari polda, tapi kami tetap akan mengeluarkan rekomendasi dan beberapa catatan terkait uji kelayakan stadion. Meski sebetulnya kami tidak berwenang untuk itu,” katanya. 

 

 

Editor : Din Miftahudin
#psis #Magelang #psis semaramg #Moch Soebroto #Liga 1