RADAR JOGJA – Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra memberikan respons soal protes yang dilayangkan oleh pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan.
Protes dilayangkan sebab perilaku pemain Persebaya Reva Adi yang terlalu lama meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu merah.
“Kalau salah, siapa? Terjadi secara spontan, saya juga tidak ada di tempat. Itu bagian dari protokol penyelenggara pertandingan. Apabila ada pemain yang mendapat kartu merah apakah ke ruang ganti atau bagaimana. Hal-hal seperti itu sering luput juga,” ungkap Asep Saputra.
Asep menambahkan jika layangkan protes langsung ke LIB jawabannya mungkin akan berbeda-beda.
“Itu sudah terjadi dan kami ambil pelajaran. Bisa jadi, ada ketidaktahuan atau kesengajaan tapi harus dicek dulu,” imbuhnya.
Asep Saputra menilai masalah pemain yang tidak mau keluar lapangan usai diganjar kartu merah saat laga Persebaya kontra Bhayangkara di BRI Liga 1 2023/24 hingga diprotes Radja Nainggolan bakal menjadi pelajaran bagi PT LIB.
Diduga ada kesalahan perangkat pertandingan yang dianggap kurang mengerti aturan.
“Kalau teman-teman teliti di aspek ini juga ada edukasi law of the game dan lain-lain. LIB berusaha meng-encourage semua klub karena harus dicari dulu jawabannya,” tegas Asep.
“Bisa jadi pemain tidak tahu atau wasitnya terlewat. Ini akan menjadi PR besar kita,” pungkasnya.(uta)
Editor : Amin Surachmad