RADAR JOGJA – Chelsea dibawah asuhan Mauricio Pochettino mengalami musim yang sangat menyedihkan. Namun petinggi The Blues menolak untuk menekan tombol panik untuk masa depan pelatih asal Argentina itu.
Untuk saat ini, pekerjaan Mauricio Pochettino cukup aman. Chelsea tengah mempersiapkan diri untuk pertandingan putaran ke empat FA Cup menghadapi Aston Villa pada Kamis (8/2) dini hari.
Pochettino mengakui tidak ada yang aman setelah kekalahan 2-4 dari Wolves. Dia berada di bawah tekanan untuk membalikkan keadaan klub dengan adanya Jose Mourinho yang menjadi favorit para penggemar.
Nama Mourinho dinyanyikan oleh para penggemar Chelsea saat kekalahan yang menyakitkan di Stamford Bridge.
Dan ini, The Special One yang pernah memenangkan tiga gelar Liga Inggris dalam dua periode tengah nganggur setelah dipecat oleh tim dari Serie A, AS Roma.
Jajaran petinggi Chelsea cukup tenang, namun mereka memiliki tekad untuk skuad yang dibayar mahal itu harus lolos ke Europa musim ini.
Dalam dua pertandingan terakhir, Chelsea mandapatkan pukulan tepat dimuka mereka dengan kebobolan DELAPAN gol.
Saat ini Chelsea tengah mendekam di papan bawah klasemen atau peringkat 11 dengan koleksi 31 poin. Selisih 20 poin dari Liverpool di puncak klasemen.
Chelsea masih memiliki kans untuk tampil di Europa musim depan juka mampu kalahkan Liverpool di final Carabao Cup di Wembley Stadium 25 Februari.
Para penggemar Chelsea mencemooh tim mereka di babak pertama dan babak kedua. Bahkan ejekan mengenai masa depan Pochettino digaungkan.
Sang pemilik Chelsea, Todd Boehly dan Behdad Eghbali merasa khawatir dengan penampilan timnya.
Namun, mereka tidak mampu memecat pelatih ketiga dalam dua tahun masa kepemimpinan mereka. Setidaknya untuk saat ini.
Thomas Tuchel dan Graham Potter sebelumnnya dipecat karena gagal untuk mendapatkan yang terbaik dari skuad yang telah menghabiskan lebih dari 1 milyar poundsterling. (uta)
Editor : Amin Surachmad