JOGJA - Walaupun hanya bermain dengan sepuluh orang karena Alfriyanto Nico diganjar kartu merah di menit-menit awal babak pertama, PSIM Jogja berhasil menahan imbang Semen Padang FC, Sabtu (27/1).
Sebenarnya Laskar Mataram berhasil mendominasi permainan di menit-menit awal laga sebelum Alfriyanto Nico mendapatkan kartu merah.
Anak-anak Jogja yang ingin mendapat poin penuh di laga hidup dan mati ini terus berusaha menjebol gawang tim Kabau Sirah.
Terbukti, sundulan Augusto Neto membentur mistar gawang.
Lalu, bola rebound itu ditendangan oleh Ari Maring. Tapi, bola masih melebar ke sisi kanan gawang Semen Padang.
Bermain dengan sepuluh orang membuat para penggawa Laskar Mataram sedikit kesulitan. Tim tamu yang unggul jumlah pemain pun mendominasi permainan.
Namun, Laskar Mataram yang bertanding di depan ribuan suporter mereka tetap berjuang. Kerja ketad untuk membobol gawang Kabau Sirah.
Semen Padang, yang tetap ingin mempertahankan puncak klasemen dan ingin lolos ke fase semifinal, terus memberikan ancaman ke gawang PSIM Jogja.
Salah seorang pemain Kabau Sirah mencoba spekulasi dengan melakukan tendangan jarak jauh. Tendangan kerasnya itu hapir membobol gawang Pancar Nur. Tapi, masih melebar di sisi kanan gawang.
Striker asing Kabau Sirah Kenneth Ngwoke, yang berlari di dekat gawang, hampir menjebol gawang Pancar Nur seteleh menerima umpan dari rekannya di sisi kanan lapangan.
Namun tendangannya masih membentur mistar gawang.
Babak pertama berakhir tanpa gol. PSIM masih punya waktu untuk berjuang menang. (ayu)
Editor : Amin Surachmad