RADAR JOGJA – Pemain Kongo, Chancel Mbemba mendapatkan pelecehan rasis di media sosial setelah bertengkar dengan manajer Maroko, Walid Regragui yang memicu perkelahian besar dalam pertandingan kedua di Piala Afrika (AFCON).
Pertandingan Kongo kontra Maroko berakhir dengan hasil imbang 1-1 dalam sebuah pertandingan sengit di Pantai Gading dalam lanjutan AFCON.
Awal mula kerusuhan terjadi di babak kedua ketika Mbemba dan Regragui bertengkar setelah adu mulut.
Rekaman menunjukkan kedua orang itu saling dorong satu sama lain setelah peluit akhir dituipkan.
Menurut AP, manajer asal Maroko itu mencari Mbemba ketika sang pemain itu terlihat berdoa dengan berlutut.
Regrarui menepuk punggung Mbemba dalam sebuah interaksi yang terlihat seperti sebuah pertukaran persahabatan. Namun, Regrarui tetap memegang tangan Mbemba dan terus berbicara dengannya.
Mbemba dengan marah menarik tangannya dan memberi isyarat ke arah wasit video sebelum para pemain dari kedua tim melerai.
Hal itu bukanlah akhir dari masalah itu. Keributan terus berlanjut ketika Mbemba berjalan ke dalam terowongan.
Pemain Maroko, Youssef En-Nesyri dengan marah berlari ke arah Mbemba dengan rekan satu timnya, Yassine Bounou berusaha menahannya.
Para pemain kedua tim mengejar En-Nesyri untuk memastikan keadaan menjadi terkendali.
Baca Juga: Fase Grup Belum Usai, Enam Negara Sudah Kantongi Tiket ke Fase Gugur Piala Asia 2023
Setelah pertandingan, Mbemba mendapatkan pelecehan rasis di instagram saat para penggemar Maroko membalas unggahan terbarunya dengan emoji monyet dan gorilla juga menambahkan komentar keji.
“Saya menghormati pelatih yang merupakan orang yang hebat. Tv memotong videonya, tetapi saya memilikinya. Saya tidak perlu mengirimkannya. Saya tetap diam, itu lebih baik, begitulah saya. Semua orang mengenal saya dan saya menghormati semua orang. Saya tidak perlu membalas siapapun. Tetapi keadilan Tuhan ada disana,” ungkap Mbemba.
Regrarui yang telah membawa Maroko meraih peringkat empat yang bersejarah di Piala Dunia 2022 dan membuat mereka menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal mengungkapkan pendapatnya.
“Saya berkata kepada Desabre (manajer Kongo) untuk mengembalikan Mbambe kepada saya, dia sudah gila, dia berbicara omong kosong. Saya tidak menyukainya karena itu menyindir banyak hal,” ungkap Walid Regrarui.
“Jadi, jika dia memiliki video selain yang kita lihat di televisi, biarkan dia menunjukkannya. Dengan senang hari dan dia akan melihat dengan jelas apa yang terjadi,” imbuhnya.
“Dan itulah yang terjadi. Sebelum saya pergi untuk menjabat tangannya, dia mengajak saya dan assisten saya untuk melakukan tugas di pinggir lapangan sebelum pertandingan berakhir. Dia berbicara buruk kepada kami. Dan Desabre mengetahui hal itu,” tegasnya. (uta)