RADAR JOGJA – Menurut dokumen yang diserahkan Manchester United kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani dan timnya berulang kali gagal memberikan bukti pendanaan selama negosiasi untuk membeli Setan Merah.
Pengusaha asal Qatar itu terlibat dalam negosiasi selama 8 bulan antara Februari 2023 hingga Oktober 2023 sebelum akhirnya Sheikh Jassim memutuskan menarik diri dari proses tersebut.
Dari dokumen yang diterbitkan pada hari Rabu (17/1), Sheikh Jassim tidak menyertakan “Surat komitmen pendanaan yang lazim”.
SEC merupakan lembaga independen Pemerintah AS yang melindungi Investor dan membantu menjaga keadilan pasar.
Setelah berbulan-bulan ajukan negosiasi, Sheikh Jassim secara resmi memberi tahu Manchester United tentang niatnya untuk mundur pada 15 Oktober 2023. Sumber yang dekat dengan penawaran tersebut mengutip rasa frustrasi karena penilaian Glazers terhadap klub "tidak realistis."
Pada malam natal 25 Desember 2023, diumumkan Sir Jim Ratcliffe telah mencapai kesepakatan untuk membeli 25 persen saham Manchester United senilai 1,3 miliar poundsterling. Namun, kuasa Ratcliffe untuk Setan Merah baru disahkan setelah menunggu verifikasi Premier League, sekitar bulan Februari.
Kesepakatan ini akan membuat Ratcliffe dan tim INEOS-nya, yang dipimpin oleh Sir Dave Brailsford dan Jean-Claude Blanc mengambil alih kendali operasi sepak bola setelah kesepakatan tersebut secara resmi mendapat lampu hijau.
Keluarga Glazer, yang menjadi pemilik mayoritas dapat memaksa Sir Jim Ratcliffe untuk menjual sahamnya setelah periode awal 18 bulan jika ada pembeli baru yang muncul untuk membeli penuh Manchester United.
“Kami terus berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi dan kemajuan dalam sepak bola juga inisiatif ini akan memperkuat upaya-upaya tersebut,” ungkap Direktur sepak bola Manchester United, John Murtough. (uta)
Editor : Amin Surachmad