Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persatuan Sepakraga Mataram Cikal Bakal PSIM Jogja, Dibentuk Ir Soeratin Soesrosoegondo, Pemainnya Kalangan Muda

Amin Surachmad • Selasa, 16 Januari 2024 | 16:25 WIB

Ir Soeratin Soesrosoegondo.
Ir Soeratin Soesrosoegondo.


JOGJA - Sepak bola sudah menjadi bagian dari masyarakat Jogja pada sekitar awal abad 19.

Secara umum, sepak bola di Indonesia diperkenalkan oleh bangsa Hindia Belanda yang datang dan bekerja di instansi-instansi pemerintahan Hindia Belanda.


Mereka bekerja sebagai pegawai perkebunan, kantor perdagangan, perkapalan, dan pertambangan.

Saat itu sepak bola sedang populer di kawasan Eropa.


Sebelumnya, sepak bola populer di Kota Jogja
sekitar tahun 1908. Dimainkan oleh para tentara Belanda yang bermarkas di Benteng
Vredeburg Jogja.


Pertandingan sepak bola dimainkan di
Alun-Alun Utara, halaman depan Keraton Jogja.


Alun-Alun Utara menjadi lokasi pertandingan karena dapat menampung banyak penonton.


Khusus untuk wilayah di Jawa, perkumpulan atau klub sepak bola di Jogja yang dibentuk oleh Ir Soeratin Soesrosoegondo.


Namanya adalah Persatuan Sepakraga Mataram (PSM). Berdiri pada 5 September 1929. Ketuanya adalah A. Hamid.


Kata Mataram yang digunakan merujuk pada Yogyakarta yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram yakni Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.


Pemain Persatuan Sepakraga Mataram
(PSM) sebagian besar berasal dari kalangan muda.

Pada 27 Juli 1930, nama PSM diubah menjadi PSIM seperti yang dikenal sekarang.

Padal 19 April 1930 di Jogja, terbentuk panitia organisasi sepak bola yang bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI). Ketuanya
Ir Soeratin Sosrosoegondo.

Pembentukan PSSI merupakan bentuk perlawanan terhadap Nederland Indische Voetball Bond (NIVB), yang merupakan bentukan Belanda.


Awalnya, hanya anggota NIVB yang diperbolehkan menggunakan fasilitas lapangan.

Pemain bumiputera hanya bermain di tempat seadanya.

Terbentuknya PSSI melahirkan “Stridij Program”. Yakni, program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada.

Setiap bond atau perserikatan diwajibkan melaksanakan kompetisi internal untuk strata I dan II.


Lantas, pertandingan di tingkatkan dalam kejuaraan antar perserikatan yang disebut Steden.

 

Editor : Amin Surachmad
#Sepak Bola #soeratin #PSIM Jogja