Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pergantian Pemain PSIM Jogja di Babak Kedua Seperti Template, Kas Hartadi: Itu Kan Taktik Saya, Ya Saya Nggak Bisa Buka

Rizky Wahyu Arya Hutama • Selasa, 16 Januari 2024 | 01:12 WIB
SPARTAN:Pemain PSIM Jogja menjalani tatihan rutin.
SPARTAN:Pemain PSIM Jogja menjalani tatihan rutin.

JOGJA - Para pandemen PSIM Jogja sering bertanya-tanya perihal pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi.

Pergantian yang diterapkan di setiap laga seperti template dan justru malah membuat intensitas serangan tim menurun.

Biasanya, pelatih asal Solo itu melakukan pergantian pemain pada babak kedua. Seperti pemain U-21 Alfriyanto Nico di awal babak kedua mesti digantikan oleh Arya Geryyan.

Kemudian, Ghulam Fatkur digantikan oleh Bryan Cesar di pertengahan babak kedua.

Langkah ini membuat serangan tim PSIM Jogja mengendor. Tidak seperti pola serangan di babak pertama.

Saat ditanya hal tersebut, Kas Hartadi mengaku tak bisa menjelaskan mengenai pergantian pemain yang selalu ia lakukan tersebut.

Sebab, hal itu merupakan rahasia dapur pribadinya untuk mengolah strategi.

"Itu kan taktik saya. Ya, saya nggak bisa buka," tegas Kas Hartadi (15/1).

Pada babak 12 besar kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024 musim ini, PSIM selalu kebobolan saat melakoni laga kontra Semen Padang FC dan PSMS Medan beberapa waktu lalu.

Skuad tim Laskar Mataram selalu kecolongan gol di babak kedua.

Di laga kontra Semen Padang FC, terlihat di babak kedua skuad tim PSIM Jogja kalah penguasaan bola. Meski memimpin satu gol pada babak pertama, pasukan Laskar Mataram harus kebobolan melalui serangan duel udara di babak kedua. 

Hal hampir mirip terjadi saat menjamu PSMS Medan. PSIM Jogja yang sudah unggul 2-0 di babak pertama.

PSIM harus kecolongan satu gol dari tim Ayam Kinantan. Mereka memanfaatkan kelemahan anak asuh Kas Hartadi dalam duel udara.

"Yang pasti, tadi pada babak kedua kami kecolongan. Satu gol itu yang bikin agak kami hati-hati sekali. Bukannya apa atau menurun kondisi fisik. Tapi, kami lebih hati-hati," cetus Kas Hartadi.

Lebih lanjut, Kas Hartadi menjelaskan mengapa selalu mengganti Nico dan Ghulam pada babak kedua.

Sebab, ada pemain yang sakit. Selain itu, pemain U-21 itu harus mendapat jatah bermain minimal 45 menit di setiap pertandingan.

"Kalau pemain U-21 kualitasnya nggak sama seperti yang saya harapkan, contohnya seperti Maring. Yang penting, mereka mau kerja nahan wing back lawan," ungkapnya.

"Jadi, kalau babak kedua pergantian pemain kayak Ghulam, saya ganti itu, ya, karena dia sakit. Kan dia yang minta, kan soalnya dia sakit. Jadi, masa mau dipaksa. Jadi, mana yang terbaik," imbuh Kas Hartadi. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#bryan cesar #Alfriyanto Nico #Ghulam Fatkur #kas hartadi #PSIM Jogja