RADAR JOGJA – Presiden Paris Saint Germain, Nasser Al-Khelaifi baru-baru ini melontarkan kritik kepada Lionel Messi dalam podcast milik mantan pemain sepak bola Jeremy Rothen, Rothen s’enflamme.
Nasser Al-Khelaifi mengungkapkan pemain asal Argentina itu “tidak menghormati PSG” dengan mencerca klub asal Paris tersebut saat dia pergi dan bergabung ke Inter Miami.
Pernyatan-pernyatan Al-Khelaifi langsung tersebar. Dan wawancara Neymar bersama surat kabar Globo Esporte menjadi trending di beberapa media.
Dalam wawancara tersebut, pemain asal Brasil itu mengungkapkan ‘neraka’ yang harus dilalui dirinya bersama Messi di ibu kota Prancis.
Wawancara dilakukan setelah Neymar menandatangani kontrak dengan tim dari Arab Saudi, Al Hilal pada September 2023.
“Kami hidup melalui neraka di Paris. Kami disana (PSG) untuk memberikan yang terbaik dan menjadi juara, juga mengukir sejara. Itulah mengapa kami mulai bermain bersama lagi. Kami berkumpul disana untuk membuat sejarah,” ungkap Neymar dalam wawancara bersama Globo Esporte.
“Sayangnya kami tidak berhasil, Dia (Messi) pergi ke surge bersama Argentina, saya merasa senang untuknya, namun di Paris dia mengalami neraka. Menurut saya dia dihakimi secara tidak adil di Paris. Menurut sudut pandang saya, dia tidak pantas mendapatkannya,” lanjut Neymar.
Neymar meninggalkan Barcelona pada musim panas 2017 untuk bergabung dengan Paris Saint Germain dalam transfer termahal sepanjang masa senilai 222 juta Euro.
Namun, pemain asal Brasil itu tak pernah bisa capai puncak prestasi seperti yang dia raih di Barcelona.
Setelah kedatangan Messi di Les Parisiens pada 2021, diharapkan dengan trisula yang mereka bentuk bersama Kylian Mbappe, mereka dapat menjuarai Liga Champions.
Namun, ego dalam tim dalam memainkan perannya menyebabkan kepergian Messi dan Neymar, dan meninggalkan Mbappe sebagai satu-satunya bintang di PSG. (uta)
Editor : Amin Surachmad