RADAR JOGJA - Kampanye PSIM Jogja menuju Liga 1 berlanjut di babak 12 besar Kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024. Tergabung dalam grup X, Laskar Mataram akan bertemu dengan tiga tim asal Sumatera. Yaitu tiga besar Grup A di fase penyisihan, Semen Padang FC, Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan.
Babak 12 besar ini akan bergulir selama dalam dua pekan mendatang. Menilik statistik selama fase penyisihan PSIM Jogja harus lebih bekerja keras lagi untuk bisa lolos ke babak semifinal.
Dilihat dari perolehan poin akhir di babak penyisihan grup lalu, Laskar Mataram hanya mampu mengumpulkan 21 poin. Finish di peringkat tiga klasemen Grup C. Dengan hanya mampu menceploskan 13 gol dan kemasukan 11 gol.
Baca Juga: Babak 12 Besar Liga 2: Prediksi Susunan Pemain Semen Padang v PSIM Jogja
Sementara tiga lawannya di babak 12 besar ini, Semen Padang FC merupakan pemuncak klasemen Grup A dengan perolehan 27 poin. Bahkan jadi tim terproduktif. Dengan total 25 gol disarangkan ke gawang lawan. Juga terendah kemasukan gol, hanya Sembilan gol yang masuk ke gawang mereka.
Dua lawan lainnya Persiraja mengumpulkan 21 poin dan mencetak 15 gol serta kemasukan 10 gol. Sedang PSMS Medan berada di peringkat ketiga dengan mengantongi total 17 poin. Tapi golnya lebih banyak dari PSIM, yaitu mecetak 16 gol dan kemasukan 10 gol.
Ketiganya pun tercatat mereka hanya kalah sekali saja selama dalam babak penyisihan fase grup awal lalu.
Baca Juga: Preview Semen Padang v PSIM Jogja: Ingin Jebol Pertahanan Kokoh Kabau Sirah
Terhitung, Semen Padang FC berhasil menang delapan kali, imbang tiga kali, dan hanya sekali kalah. Kemudian Persiraja menang lima kali, imbang enam kali, dan kalah sekali. Lalu PSMS Medan berhasil menang tiga kali, imbang delapan kali, dan kalah sekali.
PSIM Jogja hanya lebih unggul dari Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan saja. Sebab selama babak penyisihan fase grup awal lalu. Laskar Mataram hanya berhasil mengantongi enam kali kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah.
Awalnya PSIM memiliki keuntungan karena Persiraja dan PSMS tak bisa bermain di kandang. Tapi informasi terbaru, Persiraja tetap diperbolehkan main di Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh setelah berkonsultasi dengan Kementerian PU yang akan melakukan renovasi stadion. Sedang hukuman tiga pertandingan tanpa penonton bagi PSMS dianulir Komisi Banding dengan hanya sekali. Yaitu saat PSMS menjamu Persiraja di Stadion Baharoeddin Siregar, Deliserdang.
Tapi pelatih PSIM Jogja Kas Hartadi tak gentar dengan statistik tersebut. Alasannya? “Saya juga sering pegang tim Sumatera, termasuk Sriwijaya. Saya tahu karakter Semen Padang, PSMS dan Persiraja. Jadi saya sudah biasa menghadapi tim-tim Sumatera. Target kita peringkat 1 supaya bisa ke empat besar,” ungkapnya dalam jumpa pers di Padang Jumat (5/1).
Kas pernah membesut Sriwijaya FC pada musim 2011-2013 dan pada 2019. Dia tetap menilai jika semua tim mempunyai kualitas yang merata. Baginya di fase 12 besar baik itu Laskar Mataram maupun ketiga tim lawannya tersebut sama-sama bisa berpeluang untuk menjadi juara grup atau lolos ke babak empat besar.
"Kalau saya melihat itu semua tim mempunyai kualitas yang merata. Di Liga Indonesia ini mau di grup Jawa Timur, mau di Grup Papua saya pikir kualitasnya semua merata," ujarnya.
Baca Juga: Paling Banyak Pohon Tumbang, Dampak Kerusakan Imbas Hujan Angin Kamis Siang di DIY
Jarak pertandingan yang hanya lima hari sekali dan away ke Sumatera juga jadi tantangan tersendiri. Hariono dkk harus cepat beradaptasi sebelum laga dimulai. "Kami pasti harus optimis saja. Bekalnya optimis, percaya diri dan bismillah biar Tuhan juga mendengar," tegas Kas Hartadi.
Pelatih asal Surakarta ini tidak mau menganggap hanya ada sebagian tim saja yang memiliki keunggulan dari tim lainnya. Karena bagi, Kas Hartadi semua tim mempunyai kualitias yang sama dan sama-sama beratnya. "Ya semua juga kami anggap berat. Karena kami menganggap tidak ada yang berat dan tidak ada yang ringan. Pokoknya semua kami anggap berat," tegasnya.
Baca Juga: Ayo Ikut Daftar, Lur! Pendaftar Pengawas TPS di Sleman Masih Minim, Bawaslu Beberkan Penyebabnya
Ditambah lagi dengan berbekal pengalamannya saat mengikuti pelatihan lisensi AFC Pro pada awal Desember lalu. Kas Hartadi menyebut itu bisa menjadi modal yang positif untuk mengarungi fase 12 besar ini.
"Pengalaman di AFC Pro yang bisa diterapkan di PSIM ya semua. Soalnya di Bogor itu kita praktik terus ujian. Dari mulai belakang, tengah, depan jadi semua," jelasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo