RADAR JOGJA - PSIM Jogja tak sekadar menargetkan kemenangan saat menjamu Malut United. Poin tiga bisa mengunci Laskar Mataram lolos ke babak 12 besar. PSIM diharapkan bisa bermain lebih trengginas dan meraih kemenangan lebih dari 1-0. Tapi tetap bermain secara fair play.
Ya laga di pekan ke-11 dalam putaran kedua Kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024, di Stadion Mandala Krida, Sabtu (24/11) sore ini jadi sorotan. Banyak pandemen PSIM yang tak puas dengan permainan PSIM meski meraih kemenangan. Tercatat dari enam kemenangan yang diraih sejauh ini semuanya dengan skor 1-0. Banyak yang berharap permainan PSIM bisa lebih atraktif dan menghibur. Serta lebih banyak menghasilkan gol.
Laga melawan tim yang berjuluk Naga Gamalama ini pun jadi kesempatan emas. Apalagi banyak pandemen PSIM yang marah dengan permainan ala UFC yang diperagakan Malut United di laga putaran satu. Bahkan saat itu dua pemain PSIM Sendri Johansyah dan Budhiar Riza cedera. Sang metronom PSIM Ghulam Fatkur Rahman pun jelas-jelas dipukul dengan tangan. Kemenangan atas Malut United dengan permainan fair play pun dinantikan.
Selain itu jika meraih poin penuh di laga ini. Sudah bisa dipastikan Hariono dkk akan lolos ke fase 12 besar. PSIM Jogja sendiri masih bertahan diperingkat kedua klasemen Grup B Kompetisi Liga 2 dengan mengantongi 19 poin dari sembilan laga yang dimainkan. Dan jika anak-anak Jogja berhasil menang dari Malut United di laga ini. Skuad tim Laskar Mataram akan menduduki peringkat 1 klasemen sementara Grup B. Dengan mengantongi 23 poin menyusul Bekasi City yang sedang mengantongi 20 poin dari sembilan laganya.
Dari persiapan tim, Pelatih PSIM Jogja Kas Hartadi mengatakan, yang pasti para anak asuhnya sudah sangat siap untuk pertandingan ini. Karena juru taktik asal Solo itu sudah menyiapkan baik fisik, mental, maupun taktik para pemainnya. Laga melawan tim Naga Gamalama ini dianggap sebagai pertandingan final. Sebab di laga ini jika PSIM Jogja menang sudah dipastikan bisa lolos ke fase 12 besar. "Seandainya kami bisa memenangkan pertandingan ini. Kami pasti akan lolos di 12 besar," tegasnya saat Prematch di Wisma PSSI, Jumat (24/11).
Untuk melawan Malut United ini, Kas Hartadi juga mengaku tidak memiliki kekhawatiran tertentu. Karena dipertandingan kali ini, dia meminta para anak asuhnya agar tetap fokus dan tetap mewaspadai semua pemain lawan.
Kondisi sriker asing asal Brasil, Augusto Neto yang habis berbenturan dengan pemain Perserang Serang di laga sebelumnya pun kabarnya kondisinya juga sudah membaik. Namun, Kas Hartadi belum bisa memastikan pemain tersebut bisa dimainkan atau tidak. "Untuk kondisi Neto sudah membaik. Mudah-mudahan besok bisa tampil di pertandingan," katanya.
Malut United sendiri adalah tim yang memiliki pemain bertabur bintang. Baik itu pemain dari Liga 1 atau pun Liga 2. Namun menanggapi hal tersebut, Kas Hartadi tetap tidak gentar dan tetap optimis untuk meraih poin penuh. "Memang malut bertabur pemain bintang di situ. Dari liga 1 dan liga 2. Tapi tetap kami fokus, konsen untuk melawan Malut," ujarnya.
Kas Hartadi juga menyebut di laga kali ini sudah memastikan anak-anaknya akan memberikan yang terbaik untuk PSIM Jogja. Sebab saat ini, mereka sangat berambisi untuk meraih kemenangan. "Semoga tiga poin. Yang penting tiga poin karena yang dibutuhkan tiga poinnya," ucapnya.
Bek sayap PSIM Jogja Diaz Angga Putra juga mengatakan di laga kali ini para pemain tetap harus berkonsentrasi untuk menghadapi Malut United. Karena menurutnya, seperti apa yang dikatakan Coach, Kas Hartadi. Pertandingan kali ini sangat menentukan untuk langkah PSIM Jogja menuju ke 12 besar. "Semoga PSIM dimudahkan untuk lolos ke 12 besar," tuturnya.
Editor : Heru Pratomo