Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UEFA Bakal Ubah Aturan Kepemilikan yang Dapat Melarang Setan Merah Tampil di Liga Champion, Namun Ada Syaratnya...

Satria Putra Sejati • Jumat, 24 November 2023 | 22:02 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA – Para petinggi tim-tim Eropa membuat EUFA berada dalam tekanan untuk merubah peraturan yang dapat melarang Manchester United tampil di Liga Champions musim depan.

Peraturan yang berlaku saat ini menyatakan tidak ada individu atau entitas yang dapat memiliki kendali atas lebih dari satu tim untuk berpartisipasi dalam kompetisi UEFA.

Peraturan tersebut juga menyatakan tidak ada seorang individu yang dapat terlibat dalam kapasitas apapun atau memiliki kekuatan aapun dalam managemen, administrasi, dan atau kinerja klub lain yang berpartisipasi dalam kompetisi UEFA.

Dengan begitu, jika pengambil alihan Sir Jim Ratcliffe atas 25 persen saham Manchester United menjadi kenyataan maka pada musim depan hanya satu tim yang dapat bergabung Liga Champions, dimana Ratcliffe juga merupakan pemilik tim asal Prancis, Nice.

Sun Sport mengungkapkan bagaimana peran baru Sir Jim Ratcliffe sebagai penguasa sepak bola Manchester United bakal membahayakan posisi tim di Eropa karena dia juga menjadi pemilik dari klub yang sedang berburu gelar Juara Liga Prancis, Nice.

Kini, para bos UEFA mendapatkan tekanan yang semakin meningkat untuk merubah ulang peraturan yang saat ini melarang tim-tim yang menjadi bagian dari kepemilikan multi-club untuk ambil bagian yang sama.

Pembelian saham Manchester United oleh Sir Jim Ratcliffe bakal menambah tekanan kepada presiden UEFA, Aleksander Ceferin untuk mereformasi aturan.

Seorang sumber senior UEFA menkonfirmasi bahwa sejumlah klub telah mengajukan lobi untuk perubahan peraturan musim depan, ketika Liga Champions yang baru dengan klub yang lebih banyak mulai berlaku.

Sementara itu, beberapa tim ingin UEFA menghapus peraturan multi-klub dari buku peraturan. Para petinggi NYON masih khawatir tentang resiko terhadap Integritas sebuah kompetisi.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan dan yang mungkin dapat disetujui adalah membuat tim-tim multi-klub tidak bertemu satu sama lain di tahap awal Liga Champions yang baru. Sehingga, tidak ada kolusi yang dapat terjadi.

Kemudian dapat diundi satu sama lain di fase knock-out. Karena, tidak ada klub lain yang dapat terpengaruh oleh hasil pertandingan tersebut.

Aleksander Ceferin mengisyaratkan kemungkinan perubahan pada awal tahun ini dalam wawancara podcast The Overlap milik Gary Neville.

“Kami tidak hanya memikirkan Manchester United. Kami memiliki lima hingga enam pemilik tim yang ingin membeli tim lain. Kami harus melihat apa yang harus dilakukan. Opsinya adalah tetap seperti ini atau kami mengizinkan mereka bermain di sebuah kompetisi yang sama,” ungkap Aleksandar Ceferin.

“Saya belum yakin. Kami harus berdiskusi tentang peraturan ini dan melihat apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Selain Manchester United yang bakal dimiliki Sir Jim Ratcliffe dengan status multi klub, City Football Group juga memiliki dua tim yakni Manchester City dan juga tim dari Liga Spanyol yang sedang menduduki singgasana Girona.

Chelsea memiliki saham mayoritas di klub asal Prancis, Strasbourg. Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis juga merupakan pemilik dari tim asal Yunani Olimpiakos. (uta)

 

Editor : Bahana.
#manchester united #uefa #Champions #Sepak Bola