RADAR JOGJA – PSS Sleman sedang menghadapi masa-masa sulit. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu posisinya belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara Liga 1 2023-2024. Tak hanya itu, mereka juga melakoni 10 laga beruntun tanpa kemenangan.
Derita PSS Sleman semakin berat, lantaran dijatuhi hukuman dari Komite Displin (Komdis) PSSI. Dalam surat keputusan No. 141/L1/SK/KD-PSSI/XI/2023, tim yang bermarkas di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) itu dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan kandang tanpa penonton sebanyak tiga kali dan denda sebesar Rp 25 Juta.
Hukuman tersebut diberikan kepada PSS Sleman karena terjadi keributan antara penonton dengan panitia pelaksana pertandingan (Panpel) yang mengakibatkan adanya penganiayaan serta perusakan beberapa fasilitas MagIS. Hal ini juga diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran displin.
Menanggapai hal tersebut, Ketua panitia pelaksana pertandingan (Panpel) PSS Sleman Yuyud Pujiarto mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajukan banding ke PSSI mengenai kasus tersebut."Semoga dikabulkan, minta doa restunya," ujarnya, kemarin (20/11).
Sementara dari tim manajemen PSS Sleman pun juga memberikan keterangan dan berharap kericuhan dan perusakan beberapa waktu lalu menjadi yang terakhir terjadi dan tidak akan terulang lagi di pertandingan-pertandingan mendatang. Baik di laga kandang maupun tandang.
Hukuman tersebut merujuk kepada pasal 70 Ayat 1, Ayat 4, dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Displin PSSI tahun 2023. Tiga laga kandang PSS Sleman yang dipastikan tidak akan dihadiri oleh penonton adalah menghadapi PS Barito Putera, Minggu (26/11), RANS FC Jumat (8/12), dan Persikabo 1973, Minggu (4/2/2024). (ayu/din)
- PSS Sleman v PS Barito Putera, Minggu (26/11)
- PSS Sleman v RANS FC, Jumat (8/12)
- PSS Sleman v Persikabo 1973, Minggu (4/2/2024)
.
Editor : Satria Pradika