Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Kerusuhan Suporter Gresik United dengan Aparat Kepolisian, Tanggapan PSSI: Koordinasi...

Bahana. • Senin, 20 November 2023 | 17:35 WIB
Para supporter Ultras Ricuh usai Gresik United kalah saat melawan Deltras FC dengan Skor 1-2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. (Radar Gresik/Yudhi)
Para supporter Ultras Ricuh usai Gresik United kalah saat melawan Deltras FC dengan Skor 1-2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. (Radar Gresik/Yudhi)
RADAR JOGJA - PSSI tidak akan tinggal diam terhadap kerusuhan suporter dengan aparat keamanan pasca laga Gresik United vs Deltras FC, Minggu (19/11).
 
PSSI telah melakukan berkoordinasi dengan PSSI Asosiasi Provinsi (asprov) Jawa Timur terkait kericuhan suporter di pertandingan Liga 2 tersebut.
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan Asprov Jawa Timur dan juga teman-teman suporter yang (berada) di Jawa Timur untuk bersama-sama berkoordinasi dengan kawan-kawan di Gresik dalam waktu dekat ini. Mungkin besok teman-teman itu akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur supaya kondisi kondusif, artinya kami saling bekerja sama," kata Komite Ad HOC PSSI Arya Sinulingga, Senin (20/11) seperti dikutip dari Antara.
 
Baca Juga: Kerusuhan Usai Pertandingan Gresik United vs Deltras FC yang Timbulkan Korban, Begini Kronologinya...
 
Sebelumnya, sejumlah oknum suporter bentrok dengan pihak keamanan usai laga antara Gresik United melawan Deltras FC pada laga lanjutan putaran kedua Liga 2 Indonesia musim 2023/2024 di luar Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (19/11) sore.
 
Arya menambahkan koordinasi dengan suporter dari klub lain ini dilakukan agar situasi persepakbolaan Indonesia kembali kondusif, apalagi Indonesia kini tengah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.
 
"Timbul kericuhan seperti itu (oknum suporter dan pihak keamanan), tapi kita sudah minta koordinasi (kepada) mereka supaya secepatnya membuat situasi lebih baik dengan koordinasi dengan kepolisian dan juga dengan suporter untuk mendukung kondisi sepak bola kita di Jawa timur ya semakin baik gitu," sambung Arya.
 
Hingga berita ini dimuat, setidaknya sepuluh orang anggota polisi dan tujuh orang suporter mengalami luka ringan akibat kericuhan.
 
Baca Juga: Tak Hanya Dehidrasi, Overhidrasi Juga Berbahaya. Berikut Tanda dan Cara Pencegahannya !
 
Kerusuhan tersebut bermula saat suporter tuan rumah ingin melakukan demo di depan pintu VIP untuk menyampaikan kekecewaan atas kekalahan tim. 
 
Namun, demo tersebut dihalau oleh petugas keamanan dan situasi makin memanas saat oknum suporter melakukan pelemparan batu.
 
Petugas yang tersulut kemudian merespon dengan menindak tegas hingga membuat para suporter yang akan demo tadi berlarian. 
 
Bahkan untuk mengendalikan massa, pihak kepolisan terpaksa melepas tembakan gas air mata.
 
"Alasannya karena eskalasi kericuhan, suporter makin beringas," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Dirmanto.
 
Baca Juga: Beberapa Manfaat Lidah Buaya Bagi Tubuh, Ternyata Bisa Menurunkan Gula Darah Hhngga Mengilangkan Ketombe...
 
Dia mengakui bahwa ada Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 10/2022 yang melarang penggunaan gas air mata dalam pengamanan laga sepak bola.
 
Namun, Dirmanto berdalih bahwa gas air mata dilarang jika digunakan di dalam stadion.
 
"(Pelarangan) itu di dalam stadion," ucapnya.
 
Dalam pertandingan antara Gresik United menghadapi tim tamu Deltras FC, tuan rumah takluk 2-1. Victor Bertomeo sempat membawa tuan rumah unggul 1-0 lewat penalti di menit 50.
 
Namun sekitar 12 menit berselang, Deltras menyamakan kedudukan menjadi 1-1, juga melalui penalti yang diselesaikan dengan baik oleh Rosalvo Junior.
 
Baca Juga: ASN Dilarang Like Postingan Peserta Pemilu
 
Deltras yang diasuh oleh Widodo. C Putro ini sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit 66 melalui Risal Amin. Skor tersebut tidak berubah hingga babak kedua usai.
Editor : Bahana.
#kerusuhan #Suporter #PSSI #aparat