RADAR JOGJA- Kericuhan kembali mewarnai sepak bola tanah air.
Kali ini kerusuhan terjadi usai laga Gresik United kontra Deltras FC, yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Kebomas, Minggu (19/11).
Gresik United kalah di kandang dengan skor 1-2.
Buntut dari kekalahan, suporter tuan rumah tidak bisa diterima begitu saja.
Suporter Gresik United alias ULtras Mania dan berakhir ricuh.
Mereka meluapkan kemarahannya dengan cara berusaha mendatangi ruang VIP dan ruang ganti pemain.
Upaya ratusan suporter yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada pemain tidak bisa terlaksana karena dihalangi oleh personel kepolisian yang sejak awal siaga.
Dilansir dari Radar Gresik, bentrokan terjadi di depan pintu akses VIP Stadion Gelora Joko Samudro.
Awalnya sejumlah kelompok suporter dari kelas Ekonomi melempar batu ke polisi, lemparan itu memprovokasi suporter lain untuk ikut melakukan tindakan yang sama.
Kemudian, polisi bertindak preventif dengan menghalau para suporter menggunakan imbauan maupun berlindung dengan tameng.
Namun emosi suporter semakin menjadi dan keadaan semakin chaos sehingga akhirnya gas air mata ditembakkan.
Moch Bahul (24) yang merupakan salah satu suporter mengaku tidak tahu secara pasti penyebab awal bentrokan. Namun saat terjadi kericuhan dia berlari ke arah parkiran.
"Saat saya tiba di area parkir ternyata sudah ada asap. Belakangan saya tahu itu gas air mata," kata dia.
Aloka (22), suporter lain mengaku dia merintih kesakitan setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh jajaran kepolisian. Padahal dia saat itu ingin keluar area stadion.
"Saya dibantu petugas TNI dan suporter lain keluar stadion. Mata sudah perih," pungkasnya.
Dari kericuhan tersebut, sejumlah korban luka - luka, beberapa suporter dan sejumlah anggota polisi dilarikan di sejumlah rumah sakit di Gresik.
Informasi yang dihimpun, para korban luka - luka mendapatkan perawatan di RS di Gresik.
Sejumlah korban yang dirawat di Faskes terdekat RSUD Ibnu Sina (4 Suporter), RS Semen Gresik (4 Anggota Polisi dan 7 Suporter).
Selain itu di RS Petrokimia Gresik (7 Anggota Polisi), PKM Gending (3 Supporter), PKM Alun - alun ( 2 Suporter), PKM Cerme (3 Suporter) dan PKM Manyar (1 Suporter)
Saat dikonfirmasi Humas RS Semen Gresik, dr Tholib Bahasuan membenarkan ada beberapa pasien yang dirawat di RS Semen.
Sebelumnya semua pasien juga yang dirawat di Medical Room Stadion Gejos, 3 Anggota Polisi luka - luka dan 29 Suporter (sesak napas dan luka luka).
"Semua pasien sudah diobati dan bisa rawat jalan pulang. Ya ada yang dijahit juga. Suporter sudah pulang dan beberapa pasien dari polisi juga sudah pulang," ujar Humas RS Semen, Minggu (19/11).
Kericuhan tersebut mendapat sorotan dari DPRD Gresik. Mereka berharap ke depan tata kelola dan konsolidasi organisasi suporter bisa diperbaiki.
"Kerusuhan yang terjadi kemarin menjadi keprihatinan kita semua. Harapan kami kedepan kita bersama-sama utamanya pemerintah bisa memperbaiki tata kelola Dan konsolidasi organisasi suporter," ujar Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.
Sebagai informasi, di babak pertama Gresik United sempat mengendalikan permainan.
Namun sampai babak pertama habis, belum ada gol yang tercipta oleh kedua tim. Skor 0-0 di babak pertama.
Memasuki babak kedua tim sepak bola Gresik United mendapatkan hadiah penalti pada menit ke 50.
Wasit menunjuk titik putih penalti usai Faisol Yunus dijatuhkan Raka Cahyana Rizky.
Pemain asing Gresik United Victor Bertomeu yang maju sebagai penendang penalti sukses menjalankan tugasnya dengan baik.
Bola tendangannya ke arah kanan gawang yang dijaga Bimasakti Andiko akhirnya mendapatkan gol 1-0.
Meski sempat tertinggal dengan skor 1-0 tidak membuat para pemain Deltras FC tak mengendorkan permainanya.
Pada pemit 62, tim dari Widodo Cahyono Putro itu berhasil mendapatkan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih usai bola tendangan Patrich Wanggai mengenai tangan Dimas Sukarno.
Tendangan penalti dieksekusi Rosalvo Junior berhasil menyamakan menjadi 1-1.
Empat menit usai tendangan penalti, Deltras FC kembali menciptakan gol dari Risal Amin melalui sundulan usai menerima umpan Patrich Wanggai hingga mengubah skor 1-2 untuk kemenangan Deltras FC sampai pertandingan selesai.
Editor : Bahana.