RADAR JOGJA – Emma Hayes merupakan pelatih kepala timnas sepak bola wanita Amerika Serikat yang baru dan bakal menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di sepak bola wanita.
Pada hari Sabtu (11/11) lalu, Chelsea secara mengejutkan mengumumkan kepergian pelatih sepak bola wanitanya, Emma Hayes.
Setelah itu dengan cepat rumor muncul bahwa Hayes bakal mengambil alih Timnas Wanita AS.
U.S. Soccer mengkonfirmasi penunjukan Hayes sebagai pelatih kepala timnas sepak bola wanita Amerika Serikat.
Menurut laporan The Athletic, kontrak Hayes selama menjadi pelatih kepala timnas wanita AS bakal membuatnya menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia sepak bola wanita.
Terungkap bahwa Emma Hayes akan mendapatkan penghasilan yang setara dengan pelatih kepala sepak bola timnas AS, Gregg Berhalter dimana tahun lalu menerima 1,6 juta dolar atau setara dengan 24 miliar dan secara teori akan disesuaikan dengan kontraknya pada tahun 2023.
Hal ini bakal membuat Hayes menjadi pelatih wanita degan bayaran tertinggi di planet ini.
Kesepakatan tersebut secara resmi diumumkan pada hari Selasa (14/11) oleh USSF.
Secara garis besar menyatakan bahwa Hayes tidak akan meninggalkan Chelsea dengan segera dan kedatangannya akan dilakukan secara bertahap hinggal pengambilalihan penuh pada bulan Mei.
Tetapi bagis paling substansial dari itu, yang disorot oleh banyak emdia adalah bagian yang mengacu pada gaji yang akan diterima oleh Hayes.
Terutama karena perjanjian kerja sama tentang kesetaraan gaji yang dicapai oleh entitas dan para pemain pada tahun 2022.
Baca Juga: Yuk, Sadar Kesehatan Jaga Konsumsi Garam Sesuai Takaran !
Emma Hayes lahir di distrik Canden London 18 Oktober 1976. Hayes lulus dari Liverpool Hope University dan hanya butuh 2 tahun setelah lulus untuk mendapatkan posisi pelatih Long Island Lady Riders.
Kemudian dia pergi ke Iona College di New Rochelle dari tahun 2003 hingga 2006 sebelum mendapatkan posisi Direktur Akademi di Arsenal.
Setelah itu Hayes memilih mengundurkan diri dan muncul pada tahun 2012 di orbit Chelsea, dimana dia bertahan selama 11 tahun hingga sekarang. (uta)
Editor : Bahana.