RADAR JOGJA – Penggemar Wolverhampton Wanderers bernama Jamie Arnold dinyatakan bersalah atas ucapan rasisnya terhadap mantan bek Manchester United Rio Ferdinand oleh juri di Wolverhampton Crown Court.
Arnold didakwa menyebabkan pelecehan, kekhawatiran, atau tekanan rasial yang diperburuk.
Ferdinand bekerja sebagai pundit di BT Sport meliput pertandingan Manchester United dengan Wolves di Molineux pada 21 Mei 2021, pertandingan pertama dengan penggemar kembali ke stadion setelah pembatasan virus corona dicabut.
Ferdinand melakukan selebrasi ketika United mencetak gol dan Arnold menanggapinya dengan mencemooh Ferdinand dengan kata-kata berbau rasisme secara terang-terangan kepada sang pundit, selain itu Arnold juga menambahkan gerakan seperti monyet ke arah Ferdinand.
Ferdinand memang tidak mendengar atau melihat sendiri pelecehan tersebut, namun ia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia merasa "muak" dan "tertekan" ketika diberitahu apa yang terjadi.
Lima saksi diperiksa dengan terpisah untuk memberikan bukti yang mengatakan bahwa mereka telah melihat Arnold melakukan gerakan tersebut, sementara rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa dia melakukan gerakan tersebut lagi beberapa menit kemudian, yang menurut jaksa penuntut adalah dia memberi tahu ayahnya apa yang baru saja dia lakukan.
Rekaman kamera dari petugas polisi yang menangkap mendengar Arnold mengakui apa yang telah dia lakukan, dengan mengatakan, "Saya tahu begitu saya melakukannya, saya telah menjadi orang bodoh." ucap Arnold yang menyesal.
Persidangan telah ditunda hingga bulan depan, sambil menunggu beberapa laporan pra-hukuman dari layanan masa percobaan dan Arnold telah diberi jaminan untuk hadir lagi untuk menjalani hukuman pada tanggal 8 Desember.
Arnold terancam hukuman maksimal dua tahun penjara.
Dalam sebuah pernyataan, Ferdinand mengecam tindakan rasisme dan berharap semua masyarakat melawan rasisme, jika semua melawan rasisme maka tidak akan ada lagi rasisme di dunia.
“Rasisme hanya akan diberantas ketika kita semua bekerja sama sebagai sebuah masyarakat! Tindakan tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan dan dukungan dari para saksi, penggemar Wolves, dan staf yang hadir untuk memberikan kesaksian di pengadilan.” ujar Ferdinand.(MUHAMMAD HAFIDZ FAUZAN)
Editor : Bahana.