RADAR JOGJA - Olivier Giroud mengaku frustasi dan marah setelah Milan gagal menang saat bermain imbang dengan Napoli pada Giornata ke-10 Serie A 2023/2024, di Stadion Diego Armando Maradona, pada Senin (30/10/2023) dini hari.
Milan sempat unggul dua gol pada babak pertama. Namun, Napoli berhasil samakan kedudukan di babak kedua.
Dia gol Milan berhasil dicetak oleh brace Olivier Giroud (22’) dan (31’). Sedangkan dua gol balasan Napoli, berhasil dicetak oleh Matteo Politano (50’) dan Giacomo Raspadori (63’).
Penyerang asal Prancis itu, pada laga tersebut bermain dengan sangat baik dan sukses mencetak dua gol melalui sundulan dari umpan silang Christian Pulisic dan Davide Calabria.
“Secara pribadi, saya senang atas dua gol tersebut dan bersyukur atas dua umpan silang bagus dari rekan satu tim saya,” kata Giroud, dilansir Radar Jogja dari laman Football Italia (30/10).
Meskipun, Giroud berhasil mencetak brace namun kemenangan belum berpihak kepada Rossoneri.
“Namun, saya kecewa dengan hasilnya. Kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan dan menciptakan begitu banyak peluang, namun tidak mampu mengakhiri pertandingan,” sambungnya.
Menurutnya, laga tersebut Rossoneri bisa mencetak empat atau lima gol. Namun, setelah Partenopei berhasil menciptakan gol, kepercayaan diri mereka kembali bangkit. Apalagi bermain di hadapan publiknya.
“Napoli bereaksi setelah babak pertama kami yang luar biasa. Kami tahu pertandingan akan lebih sulit setelah turun minum dan kepercayaan diri mereka bangkit kembali dengan gol pertama mereka, namun kami masih bisa melakukannya lebih baik,” ujar penyerang asal Prancis itu.
“Suasana di dalam stadion juga mendorong mereka, gol itu menjadi titik balik pertandingan. Saya merasa marah dan frustrasi, terutama karena saya melihat Inter menang sebelum pertandingan kami dan saya berharap dua poin yang hilang ini tidak kembali menghantui kami di kemudian hari,” lanjut Giroud.
Kemarahan dan frustrasi tampak jelas ketika Giroud digantikan 10 menit menjelang pertandingan usai. Dia bereaksi dengan rasa amarah dan kecewa.
Bahkan, menolak untuk duduk di bangku cadangan. Dia malah menonton pertandingan dengan bertengger di atas kotak es.
“Saya hanya manusia, saya bukan robot. Saya merasa kecewa karena saya yakin bisa membantu rekan satu tim, bahwa saya masih punya tenaga tersisa dan ingin bertahan,” kata penyerang berusia 37 tahun itu.
Namun, Olivier Giroud menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada pelatih Stefano Pioli atas kemarahannya.
“Tentu saja, setelah lima menit saya menenangkan diri dan meminta maaf kepada pelatih. Saya menghormati keputusannya dan saya hanya menginginkan yang terbaik untuk tim. Saya frustrasi karena kami seharusnya memenangkan pertandingan ini,” tutup Olivier Giroud. (Mulya Darma)
Editor : Amin Surachmad