RADAR JOGJA – Bek tengah PSS Sleman mendapatkan peran baru menjadi Kapten dalam pertandingan terakhir Laskar Sembada menghadapi Persik Kediri yang berakhir dengan skor 2-2 di Maguwoharjo International Stadium, Sleman, Sabtu (21/10) lalu.
Menjadi Kapten merupakan hal yang baru bagi Jihad Ayoub di tim PSS Sleman. Pemain Timnas Lebanon itu mengungkapkan suatu kehormatan baginya telah menjadi kapten dan mewakili klub dalam pertandingan itu.
“Tetapi pada saat yang sama, itu adalah sebuah tanggung jawab, dan saya siap untuk menerima tanggung jawab menjadi kapten itu,” ungkap Jihad Ayoub.
Menyandang ban kapten dalam suatu pertandingan tentu memiliki tanggung jawab moral kepada rekan satu tim. Jihad Ayoub menambahkan menjadi kapten maupun tidak dia banyak bicara dalam pertandingan.
“Akan tetapi saya selalu bicara dengan cara yang baik dan berusaha selalu positif untuk motivasi rekan satu tim saya. Bahkan ketika tidak menjadi kapten pun, saya selalu melakukannya,” imbuh Pemain bernomor punggung enam di PSS Sleman itu.
Terkait pertandingan di putaran pertama BRI Liga 1 2023/24 yang menyisakan satu pertandingan, Jihad Ayoub menilai sulit untuk berbicara tentang performa tim.
“Menurut saya pribadi, PSS tidak pantas berada di posisi ini,” jelas Ayoub.
Jihad Ayoub percaya bahwa tim PSS Sleman bakal menyelesaikan putaran pertama BRI Liga 1 dengan berada di posisi 10 besar, sebab jarak klub-klub di posisi tengah klasemen tidak terpaut jauh dalam koleksi poin.
“Inilah sepak bola dan liga berjalan panjang, jadi kami harus selalu mengumpulkan poin dalam satu pertandingan ke pertandingan lain. Saya masih percaya PSS bisa finish di posisi 10 besar,” tegas Jihad Ayoub. (cr4)
Editor : Amin Surachmad