RADAR JOGJA – Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius memanfaatkan jeda kompetisi BRI Liga 1 2023/24 dalam agenda FIFA Matchday dengan menyoroti permainan dari Laskar Mahesa Jenar dalam laga kandang maupun tandang.
Berdasarkan statistik hasil pertandingan antara kandang dan tandang dari PSIS sangat berbanding terbalik.
Dalam delapan laga kandang, laskar Mahesa Jenar berhasil raih enam kali kemenangan, satu kali menang dan satu kekalahan.
Sedangkan dalam laga tandang, PSIS Semarang baru bisa mencatatkan satu kali kemenangan, dua kali imbang, dan empat kali kekalahan dalam tujuh pertandingan.
“Kami harus konsisten, baik saat bermain di kandang maupun tandang. PSIS Nampak berbeda ketika home ataupun away. Ini yang harus kami benahi dan pertandingan selanjutnya adalah away,” ungkap Gilber Agius.
Walaupun dengan hasil minor dalam laga tandang, PSIS berhasil berada di posisi lima besar klasemen BRI Liga 1 berkat penampilan yang bagus saat bermain kandang.
“Jika PSIS ingin tetap berada di papan atas, kami harus membenahi bagaimana bermain lebih kuat di kandang dan melakukan improvisasi lebih saat bermain tandang. Supaya kesempatan mendapatkan poin dalam laga tandang juga tinggi,” imbuh Gilbert Agius.
Tidak lepas dari statistik yang begitu terlihat perbedaannya, Gilbert Agius bakal berusaha untuk memperbaiki agar lebih seimbang atau lebih baik lagi.
“Ini yang harus diperbaiki, tak bisa dipungkiri dukungan Panser Biru dan Snex memang sangat memotivasi saat laga kandang, dan kami juga harus memiliki semangat dan daya juang yang tinggi saat laga tandang,” jelas Pelatih asal Malta itu. (cr4)
Editor : Bahana.