SLEMAN - Kepala pelatih PSIM Jogja Kas Hartadi menyebut pihaknya baru berusaha untuk mendatangkan kiper baru untuk mengarungi lanjutan kompetisi pengadaian Liga 2 2023/2024.
Pernyataan tersebut keluar lantaran kedua kiper andalan dari tim Laskar Mataram Sendri Johansah dan Wahyu Tri sedang mengalami cedera.
Sendri mengalami cedera karena ketidaktepatan kaki saat mendarat setelah duel udara saat melawan Malut United beberapa waktu yang lalu.
Wahyu Tri mengalami cedera saat bertanding melawan Perserang Serang. Wahyu Tri diduga mengalami cedera di bagian pangkal paha kaki kanan ototnya sedikit tertarik setelah bertubrukan dengan pemain Perserang Serang.
"Kami memang sedang berusaha untuk mencari kiper lagi. Karena memang kiper kami sedang sakit," ujarnya saat ditemui Radar Jogja (5/10) di Maguwoharjo Soccerpark.
Kas Hartadi juga berharap keinginannya untuk mencari kiper baru ini agar disetujui oleh pihak PSSI dan PT LIB.
"Ya, ini bukan karena ingin ganti kiper. Ya, karena kondisi kiper kami sedang sakit. Ya, semoga PT LIB dan PSSI bisa mengerti itu lah. Dan semoga saja bisa lah untuk kami agar bisa menambah kiper," harapnya.
Ditambah lagi, Ketua Tim Medis sekaligus Dokter Tim PSIM Jogja, Rudolf Noer menjelaskan kalau Sendri mengalami cedera di PCL (posterior cruciate ligament) dan meniskus atau bagian bantalan sendi yang bermasalah.
Hal itu disebabkan karena kemarin waktu mendarat setelah duel udara tumpuannya kurang sempurna saat jatuh.
"Jadi kalau kemarin mungkin ada ketakutan di bagian ACL (anterior cruciate ligament). Tapi ACL-nya, alhamdulillah aman," tegasnya.
Menurut Rudolf, pemulihan Sendri sebenarnya butuh observasi sekitar sebulan. Namun, dua minggu pertama akan dilihat dan dikontrol lagi kondisi pemain tersebut.
"Atau kita berikan tindakan yang dibutuhkan dari ortopedi terhadap Sendri seperti injeksi dan terapi," tegasnya.
Sementara itu untuk kondisi Wahyu Tri Nugroho. Rudolf menyebut masih membutuhkan observasi. Sebab, pemain tersebut juga masih butuh pemulihan empat sampai enam minggu lagi.
"Wahyu sudah diberikan tindakan. Dan setelah kami lakukan intervensi biasanya bisa lebih cepat juga," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad