RADAR JOGJA - Mark Halsey merupakan pensiunan wasit sepakbola professional Liga Inggris. Dia menilai ada masalah besar ketika mendapatkan keputusan faktual yang salah.
Seperti gol dari pemain Liverpool, Luis Diaz yang dianulir secara tidak adil karena dinilai offside saat menghadapi Tottenham.
“VAR bukan masalahnya, melainkan orang-orang yang menggunakannya,” ungkap Mark Halsey.
Mark menambahkan Kepala PGMOL, Howard Webb memiliki tugas besar untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari para pemain, manager, dan penggemar setelah kesalahan VAR yang dianggapnya terbesar.
“Kami memiliki keputusan yang tidak konsisten dalam hal handball dan pelanggaran sejak teknologi ini diperkenalkan,” imbuh Mark Halsey yang juga pernah mengambil keputusan lewat VAR.
Mark Halsey menilai tidak heran jika orang-orang mulai kehilangan kepercayaan dan keyakinan terhadap VAR, karena personel yang mengoperasikan alat tersebut.
Liga Inggris memiliki pemain dan manager terbaik dan para pendukung yang fantastis.
“VAR merupakan alat yang bagus jika digunakan dengan tepat. Webb hanya perlu memilah VAR, dan menaikkan standar perwasitan,” jelas Mark Halsey.
Mark Halsey membuat lima rencana untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali:
- Meningkatkan Komunikasi
Hanya Wasit di lapangan dan VAR yang boleh berbicara. Tidak ada yang lain.
- Membuat Audio menjadi public
Para penggemar harus diizinkan untuk mendengar percakapan antara wasit dan VAR.
- Lebih Banyak Pelatihan dan Pendidikan
Para official VAR mendapatkan pelatihan tambahan selama empat hari sebelum dimulainya Liga di musim ini. Apakah itu cukup?
- Membentuk Panel Spesialis yang terdiri dari para operator VAR
Kami membutuhkan tim khusus yang berfokus pada VAR karena personil saat ini merupakan masalah besar.
- Stop menggunakan gambar yang terhenti
Ketika Simon Hooper melihat kearah layar monitor saat Livepool v Tottenham, VAR telah menayangkan gambar diam dari tekel Curtis Jones terhadap yves Bissuma. Hal itu segera menanamkan di benak wasit tentang apa yang bakal terjadi. (cr4)
Editor : Bahana.