Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Contohkan Guardiola, Marian Mihail Tetap Menjadi Pelatih Kepala PSS Sleman

Rizky Wahyu Arya Hutama • Senin, 2 Oktober 2023 | 04:03 WIB
CERMAT: Pelatih PSS Sleman Marian Mihail dan kapten tim Kim Kurniawan dalam sebuah sesi konferensi pers jelang laga. (Rizky Wahyu A.H./Radar Jogja)
CERMAT: Pelatih PSS Sleman Marian Mihail dan kapten tim Kim Kurniawan dalam sebuah sesi konferensi pers jelang laga. (Rizky Wahyu A.H./Radar Jogja)

SLEMAN - Manajemen PSS Sleman menetapkan Marian Mihail masih menjadi pelatih kepala PSS Sleman.

Keputusan tersebut diberikan setelah manajemen PSS Sleman telah melakukan diskusi dan pembahasan yang diikuti oleh presiden direktur, komisaris, serta jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada.

Diskusi tersebut membahas mengenai pernyataan pengunduran diri yang sempat diutarakan oleh Marian Mihail pada saat sesi jumpa pers sebelum menghadapi Madura United di pekan ke-13 lalu.

Dari hasil pembahasan itu, manajemen PT PSS Sleman memutuskan Marian Mihail tetap melatih Laskar Sembada.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan utama bahwa PSS masih on the track di klasemen sementara Liga 1 2023/2024.

Memang benar, sebelumnya pelatih kepala PSS Sleman Marian Mihail pernah mengatakan mengenai pemberhentian kontraknya yang telah sampaikan ke manajemen.

Pelatih asal Rumania itu telah mengajukannya kepada klub dan menunggu statement dari klub untuk memutuskan.

Dan sekarang Mihail ingin jujur bahwa secara umum dirinya adalah seorang pelatih. Namun, Mihail mengalami kesulitan dalam melatih dan sangat dituntut untuk pemain.

"Secara umum sebagai pelatih, saya memiliki pendekatan yang sulit dalam pelatihan dan pembinaan. Saya sangat menuntut pada intuisi pemain saya dan saya lihat pemain indonesia dan bahkan pemain asing yang bermain di Indonesia sedikit terlalu keras, kuat, dan sangat menuntut," katanya.

Bagi Mihail, pelatih adalah sebuah perang yang sangat mendesak yang didorong oleh ideologi. Mihail mencontohkan seperti Guardiola yang tidak seperti pelatih muda lainnya yang menjalankannya dengan kesuksesan dan tidak peduli tentang apa pun.

"Saya adalah golongan orang tua (memakai cara lama) dan saya ingin di setiap tepat di mana saya bekerja. Saya ingin melakukan yang terbaik dan membantu tim saya untuk lebih meningkat," jelasnya

Mihail mengaku sudah melihat semua klub di Liga 1 saat ini mereka sekarang memiliki pondasi yang baik. Dan katanya, Ia telah menjelaskan kepada manajemen perihal tersebut.

"Bagi saya sangat sulit untuk terus bekerja dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya," tegasnya.

Di sisi manajemen, Presiden Direktur Utama PSS Sleman Gusti Randa menyebut, salah satu pertimbangannya menahan Mihail untuk mundur adalah karena Laskar Sembada masih berada di jalur yang tepat dengan menempati peringkat 13 pada pekan ke-13 lalu di kompetisi BRI Liga 1-2023/24.

Hingga saat ini, Super Elja mengumpulkan total 18 poin hasil dari empat kali menang, enam kali seri, dan empat kali kalah.

"Secara tim, PSS masih bisa berjuang untuk masuk ke papan atas Liga 1," ujarnya (1/10).

Terbukti, pada pekan ke-14 kemarin saat melakoni laga kontra Arema FC. Marian Mihail masih ikut mendampingi tim Super Elja.

Sehingga, dengan tetap menjadi pelatih kepala PSS, Gusti Randa dan manajemen tim berharap agar permainan dari Kim Kurniawan dan rekan-rekan bisa semakin matang.

Ini sesuai dengan apa yang direncanakan tim pelatih dan bisa kembali meraih kemenangan di laga-laga mendatang. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#PSS #PSS Sleman #marian mihail