RADAR JOGJA - PSS Sleman gagal menumbangkan Persebaya Surabaya. Sehingga kedua harus puas berbagi angka 0-0, pada pekan ke-10 BRI Liga 1 di Maguwoarjo Internasional Stadium Sabtu sore (26/8).
Pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya pada sore itu berjalan sangat ketat dan keras. Diwarnai hujan kartu kuning. Total ada sembilan yang dikeluarkan oleh wasit selama laga berjalan. Di babak pertama saja sudah enam kartu kuning yang dikeluarkan. Empat pemain PSS mendapat kartu kuning yakni Esteban Vizcarra (12'), Cawor (42'), Bayu (45'), dan Bustos (45'). Persebayadapat dua kartu kuning. Yakni, Botan (25') dan Stevanovic (38').
Para pemain dari kedua kesebelasan bermain sangat disiplin sejak kick off babak pertama. Mereka saling adu serang. Namun kokohnya pertahanan lawan membuat pemainnya kesulitan menceatk gol. PSS disebutnya bisa mendominasi pertandingan. Sejak awal laga, PSS bisa tampil secara menyerang. "Yang jelas, saya sangat senang dengan kerja keras para pemain. Untuk laga berikutnya, kami harus meningkatkan efisensi untuk memenangkan laga," ujarnya
Ketika deadlock kenapa tidak mengganti pemain? Pelatih asal Rumania itu beralasan, hanya mengganti dua pemain karena disesuaikan dengan game plan. Dia beranggapan, para pemain pengganti bisa saja sangat disruptif terhadap strategi. "Makanya, kalau saya tidak yakin bahwa mereka layak dimainkan, maka mereka tidak akan main," jelasnya.
Baca Juga: PSS Sleman Percaya Diri Hadapi Persebaya
Bek PSS Sleman Ibrahim Sanjaya juga mengatakan dirinya tetap bersyukur dengan hasil apapun pada pertandingan ini. "Semoga dari pertandingan ini PSS akan lebih baik ke depan," ucapnya.
Pelatih carateker Persebaya Surabaya Uston Nawawi mengaku bangga atas pencapaian pada pertandingan kali ini. Sebab pada pertandingan kali ini walaupun imbang, menurutnya tetap mendapatkan poin maksimal."Karena perjuangan para pemain sangat luar biasa pada pertandingan ini," tegasnya.
Sedang bek Persebaya Kadek Raditya mengatakan pada pertandingan kali ini Persebaya sangat dibantu sama Tuhan. Walaupun pertandingan berakhir imbang, namun hasil tersebut adalah hasil yang terbaik karena itu adalah hasil dari kerja keras tim."Semua pemain, pelatih, dan official semua datang ke Sleman untuk bekerja keras. Dan kami berharap agar selalu mendapat hasil yang terbaik," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo