Tim, lanjutnya, telah tiba di Jogjakarta sejak 11 Juli 2022. Selama persiapan, Bima Sakti memastikan sarana dan prasarana sangat memadai. Baik untuk penginapan hingga lokasi berlatih tim.
"Kita dapat fasilitas TC kali ini memang sangat representatif banget buat kami, hotel dekat dengan lapangan, kemudian tempat ibadah juga dekat. Jadi memudah program dari tim pelatih dan kita latihan juga enggak harus pakai bis lagi," jelasnya ditemui usai berlatih di Lapangan UNY, Jumat pagi (29/7).
Bima Sakti meminta seluruh penggawa tim jangan terlalu jemawa. Ini karena setiap tim memiliki potensi yang sama. Terlebih Timnas U-16 memang belum pernah bertemu dengan tim negara lainnya sebelum Piala AFF U-16 2022.
"Semua saya sampaikan ke pemain, setiap pertandingan adalah penting. Kita pertama lawan Filipina besok tanggal 31 lusa. Itu penting banget. Tidak ada yang boleh menganggap remeh lawan," katanya.
Usai bertemu tim Filipina, timnas U-16 akan bertanding melawan tim Singapura pada 3 Agustus 2022. Berlanjut kemudian tim Vietnam pada 6 Agustus 2022. Dia mengingatkan setiap tim memiliki potensi yang luar biasa.
"Jadi kita antisipasi semuanya, kita perbaiki segala kekurangan yang kita miliki selama tiga kali uji coba. Masalah defend, masalah attack, kemudian transisi juga tadi kita ulang-ulangi lagi terutama transisi negatif saat kita menyerang harus cepet," ujarnya.
Terkait stigma ancaman tim Vietnam, Bima Sakti tak ingin terlena. Dia meyakini semua tim memiliki ancaman yang sama. Potensi bahaya tak hanya oleh tim Vietnam.
Bima Sakti menuturkan pihaknya juga masih meraba kekuatan tim Filipina dan Singapura. Terlepas dari itu, dia terus meminta anak asuhnya fokus berlatih. Terutama dalam penerapan strategi bermain di lapangan.
"Semua saya pikir berat ya. Semua berat. Kita masih buta dengan Filipina, Singapura juga tapi saya pikir mereka mempersiapkan tim juga dengan baik. Yang penting kita fokus di setiap pertandingan. Karena tiap pertandingan adalah penting," katanya.
Selama berada di Jogjakarta, Timnas U-16 telah latih uji coba sebanyak 3 kali. Pertama melawan tim Porda DIJ U-20 lalu Porda Sleman U-18 dan Mataram Utama. Hasilnya kalah skor 0-2, menang 5-0 dan menang 7-0.
Terkait pemilihan tim utama, Bima Sakti mengaku bingung. Dalam artian semua pemain memiliki potensi yang sama. Walau begitu komposisi ini juga memudahkannya dalam meramu tim.
"Kami daftarkan 28 pemain, awalnya ada 30 yang kita panggil dan ada degradasi kita pulangkan. Saat kita coret kami motivasi kalian harus bangkit, melalui EPA, Suratin dan kompetisi-kompetisi junior lainnya. Dan mereka luar biasa progres mereka di klub," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News